Tahun Lalu, Garuda Masih Catat Laba Bersih Rp97,72 Miliar

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 05 Juni 2020 18:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 05 278 2225213 tahun-lalu-garuda-masih-catat-laba-bersih-rp97-72-miliar-XDk44MTxVy.jpg Akuntan (Shutterstock)

JAKARTA - Garuda Indonesia berhasil membukukan laba bersih sebesar USD6,98 juta atau sekitar Rp97,72 miliar (mengacu kurs Rp14.000 per USD) sepanjang 2019. Kinerja keuangan ini diumumkan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun anggaran 2019.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, capaian laba bersih tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan usaha sebesar 5,59% dari pencapaian 2018 yaitu menjadi sebesar USD4,57 miliar. Pada 2019, Garuda juga berhasil mencatatkan perolehan positif pada laba usaha dengan nilai sebesar USD147,01 juta,

 Baca juga: Garuda Bakal Dapat Dana Talangan Rp8,5 Triliun, untuk Apa?

"Capaian laba bersih tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan usaha sebesar 5,59% dari pencapaian tahun 2018, yaitu menjadi sebesar USD4,57 miliar," ujarnya mengutip keterangan tertulis, Jumat (5/6/2020).

Irfan menambahkan, capaian ini dapat diraih melalui strategi quick wins priority yang dijalankan Perusahaan. Misalnya melalui penguatan budaya Perusahaan berbasis People, Process & Technology.

"Lalu strategi peningkatan pendapatan, serta peninjauan atas struktur biaya Perusahaan," ucapnya.

Selain itu, dalam RUPST juga telah didapatkan persetujuan dari pemegang saham atas laporan keuangan pelaksanaan program kemitraan dan bina lingkungan perseroan tahun buku 2019. Garuda juga mendapatkan persetujuan untuk penunjukkan kantor akuntan publik mengaudit laporan keuangan 2020.

 Baca juga: Pelaksanaan Haji Batal, Garuda Perlu Formulasi Penyelamatan Pendapatan

Hanya saja, belum diketahui, laba bersih tersebut nantinya akan digunakan untuk apa. Hingga berita ini diturunkan, pihak Garuda belum memberikan respon atas penggunaan laba bersih tersebut.

Padahal, dalam mata acara RUPST, ada penetepan Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2019. Selain itu, dalam RUPST tersebut juga dilakukan Penetapan tantiem untuk anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan Tahun Buku 2019 dan Remunerasi untuk anggota Direksi dan Dewan Komisaris Tahun Buku 2020.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan dana talangan dari pemerintah tidak akan digunakan untuk membayar utang. asal tahu saja, Garuda sendiri bakal mendapatkan dana talangan dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp8,5 triliun.

Staf khusus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga mengatakan, pihaknya tidak membenarkan jika ada dana talangan yang kabarnya akan diberikan ke Garuda. Di mana, dana talangan tersebut untuk bayar utang

"Ini enggak benar kalau ada yang bilang buat bayar utang," ujarnya beberapa waktu lalu.

Sebagai informasi, Garuda sendiri sedang dihadapi oleh masalah jatuh temponya utang perseroan sebeasr USD500 juta berupa sukuk global. sukuk global yang memiliki nama Garuda Indonesia Global Sukuk Limited itu diterbitkan pada 3 Juni 2015 lalu di Singapore Exchange. Garuda menawarkan suku bunga tetap sebesar 3% setiap tahun.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini