Kelola Sampah dengan Sistem TPS 3R, Apa Itu?

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 05 Juni 2020 22:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 05 320 2225016 kelola-sampah-dengan-sistem-tps-3r-apa-itu-5YLlm7fXWs.jpg Pengelolaan Sampah dengan TPS 3R. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya menanggulangi lonjakan sampah terutama di kawasan perkotaan. Tantangan ini pun dijawab dengan mendukung penyediaan sarana dan prasarana untuk meningkatkan layanan pengelolaan sampah di Indonesia.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dalam menanggulangi sampah, pihaknya membuat program pembangunan Tempat Pengolahan Sampah yang menggunakan sistem reduce, reuse, recycle atau dikenal TPS-3R.

Baca Juga: Menko Luhut: Indonesia Bakal Kurangi 70% Polusi Plastik pada 2025

Pembangunan dan pengelolaan TPS-3R yang dilakukan melalui Program Padat Karya Tunai dengan melibatkan masyarakat diharapkan tidak hanya mengurangi kuantitas sampah dari sumbernya, tetapi juga memberikan pembelajaran kepada masyarakat dalam pengelolaan sampah serta penyerapan tenaga kerja dan mempertahankan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi akibat Pandemi Covid-19.

"Adanya Program TPS-3R, masyarakat diajak untuk mengubah perilakunya agar membuang sampah pada tempatnya dan melakukan pengelolaan 3R terhadap sampah yang mereka hasilkan,” kata Menteri Basuki, dalam keterangannya, Jumat (5/6/2020).

Baca Juga: Sampah Plastik Meningkat di Jabodetabek Selama PSBB dan WFH

Dalam masa Pandemi Covid-19, program ini diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran di kawasan perkotaan.

Pada Tahun Anggaran 2020, Program TPS-3R dilaksanakan di 106 lokasi yang tersebar di 24 provinsi dengan total anggaran Rp 63,6 miliar. Total penerima manfaat sebanyak 1.590 orang. Padat Karya TPS-3R dikerjakan selama 75 hari dengan potensi menyerap tenaga kerja sebanyak 4,165 orang.

Sejak minggu pertama Mei 2020 telah dimulai sosialisasi Program Sanitasi dan Sistem Pengelolaan Sampah TPS-3R di tingkat kelurahan/desa dan dilanjutkan hingga pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Sosialisasi dilakukan di antaranya di Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan penanganan COVID-19 seperti menjaga jarak minimal 1,5 meter dan wajib menggunakan masker. Ditargetkan konstruksi TPS-3R sudah mulai pada bulan Agustus dengan waktu penyelesaian hingga Oktober 2020.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini