BUMN Terdampak Corona Disuntik Rp104,3 Triliun, Ada yang Bentuknya Utang

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 09 Juni 2020 12:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 09 320 2226791 bumn-terdampak-corona-disuntik-rp104-3-triliun-ada-yang-bentuknya-utang-dV7K9SEN2z.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah akan memberikan insentif kepada Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp104,38 triliun. Anggaran tersebut akan masuk ke dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) pasca corona.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, hampir si semua negara stimulus sangat diperlukan termasuk di Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk menjalankan kembali roda bisnis.

Baca juga: Erick Thohir Sebut BUMN Telah Bagikan 480 Ribu Makanan di Jakarta

Termasuk juga insentif untuk perusahaan BUMN. Apalagi karena adanya virus corona ini, bisnis dari perusahaan tidak berjalan dengan baik karena harus menghentikan operasionalnya.

"Yang pertama yang harus kita pahami di hampir semua negara pemerintahnya memberi insentif untuk perputaran bisnis UMKM. Hampir semua negara gitu. Karena dengan adanya corona mereka," ujarnya dalam live IDX Channel, Selasa (9/6/2020).

bumn

Lagi pula lanjut Arya, tidak semua insentif yang digelontorkan kepada BUMN merupakan bantuan. Ada beberapa yang merupakan dana talangan yang mana akan dikembalikan ketika perusahaan BUMN tersebut bisnisnya sudah kembali normal.

Baca juga: Erick Thohir Rombak Bos-Bos BUMN, Alasannya Refreshing dan Regenerasi

Selain itu insentif yang dibayarkan pemerintah juga ada yang merupakan dana kompensasi. Dana kompensasi merupakan utang pemerintah kepada perusahaan BUMN seperti kepada PT Pertamina dan PT PLN (Persero).

"Kalau ditanya wajar dibayar? Ya anda punya utang ya wajib dibayar. Piutang wajib ditagih orang yang di utang," ucapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini