Mau Produksi Vaksin Corona, RI Tak Akan Gandeng China atau India

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 09 Juni 2020 21:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 09 320 2227208 mau-produksi-vaksin-corona-ri-tak-akan-gandeng-china-atau-india-xmFAdv98GP.jpg Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah terus berusaha untuk menemukan vaksin dari virus corona (Covid-19). Salah satunya adalah dengan melakukan kerja sama produksi dengan negara yang berhasil menemukan vaksin wabah virus corona (covid-19).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartato mengatakan, pemerintah tidak akan melakukan kerjasama dengan India maupun China. Mengingat kedua negara tersebut memiliki penduduk yang lebih banyak dibandingkan Indonesia.

 Baca juga: Anak Buah Sri Mulyani Beberkan Urgensi Pemulihan Ekonomi akibat Virus Corona

Sebagai gambaran, jumlah penduduk China saat ini tercatat sebanyak 1,39 miliar sedangkan India 1,35 miliar pada 2018. Adapun Indonesia sebanyak 267,7 juta jiwa.

Menurut Airlangga, jika bekerjasama dengan dua negara tersebut, maka vaksin yang didapat akan terbatas. Sebab, China maupun India akan mengutamakan vaksin untuk negaranya sendiri.

"Kalau penduduknya besar tentu mereka membutuhkan sendiri, contoh India dan China yang mereka punya demand lebih dari satu miliar lebih (penduduk) sehingga mereka butuh demand dari dalam negerinya," ujarnya dalam telekonferensi, Selasa (9/6/2020).

 Baca juga: Dana Pemulihan Ekonomi Nasional Ditambah Rp35,5 Triliun? Ini Faktanya

Menurut Airlangga, ada beberapa negara yang nantinya akan menjadi prioritas Indonesia untuk diajak bekerjasama menemukan vaksin. Misalnnya adalah negeri gingseng Korea Selatan dan Denmark.

Menurut Airlangga, kedua negara tersebut memiliki penduduk yang jumlahnya relatif lebih kecil dibandingkan Indonesia. Masing-masing negara itu tercatat memiliki penduduk sebanyak 51,64 juta dan 5,8 juta jiwa.

"Oleh karena itu, beberapa BUMN akan kerja sama dengan beberpa perushaan Korea. Dalam arahnanya pak presiden kita mengutamakan kerja sama dengan negara yang penduduknya relatif lebih kecil dari kita," jelasnya.

Dia mengatakan, jika vaksin nantinya bisa ditemukan dan diproduksi, maka Indoneaia akan membutuhkannya sebanyak 340 juta vaksin. Sebab menurutnya, minimal vaksin yang harus tersedia dua kali lipat dari kebutuhan yang dimiliki Indonesia saat ini.

"Khusus mengenai vaksin diadakan rileksasi intelectual property right sehingga yang menemukan terlebih dahulu bisa sharing dengan negara lain, sehingga bisa co production. Kebutuhan vaksin covid apabila 170 juta masyarakat yang butuh ninimal kena dua kali shot itu minimal kita butuh 340 juta vaksin," jelasnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini