Baca juga: Cara Memulai Bisnis di saat Covid-19, Resesi Bisa Jadi Benefit
“Jadi, kalau ada pedagang yang tidak laku, karena mereka tidak mau promosi barang yang mereka jual. Harus promosi penjualnya,” ujarnya.
Melalui pemanfaatan platform daring, produk Klinik Kopi juga dapat dinikmati masyarakat luas, bahkan dari Palu, Kalimantan hingga Papua. Selama pandemi ini, penjualan online yang dirinya lakukan tercatat ada kenaikan sebanyak 20%.
“Justru pembelian awal Lebaran itu ada naik 30%. Karena orang udah enggak mau ke luar rumah, pola konsumsinya berubah drastis. Yang dulu bisa nongkrong di warung, kini berubah. Menurutku, kondisi kayak jusru jadi tantangan kita buat berinovasi. Kalau kita nyalahin pemerintah justru enggak bakalan selesai,” tandasnya.
(Fakhri Rezy)