Gaji PNS Dipotong untuk Iuran Tapera, Mulai Kapan?

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 13 Juni 2020 10:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 12 470 2229229 gaji-pns-dipotong-untuk-iuran-tapera-mulai-kapan-S6HGGilgRg.jpg Rumah (Okezone)

JAKARTA - Program Tapera akan mulai dilaksanakan tahun depan. Dengan begitu, gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan dipotong 3% untuk iuran Tapera mulai tahun depan.

Tapera adalah program tabungan perumahan rakyat yang dibuat pemerintah dengan harapan para pekerja bisa memiliki rumah. Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tapera oleh Presiden Joko Widodo pada 20 Mei 2020, Tapera akan memotong gaji pekerja hingga 3%.

Oleh sebab itu, Jakarta, Sabtu (13/6/2020), berikut fakta-fakta soal gaji PNS dipotong 3% untuk iuran Tapera:

 Baca juga: Hitung-hitungan Pemotongan Gaji untuk Iuran Tapera, Beratkah?

1. Iuran Tapera 3% dari Gaji Peserta Pekerja

Mengutip PP tersebut, besaran simpanan peserta ditetapkan sebesar 3% dari gaji atau upah untuk peserta pekerja dan penghasilan untuk peserta pekerja mandiri. Adapun besaran simpanan peserta sebagaimana dimaksud untuk peserta pekerja ditanggung bersama oleh pemberi kerja sebesar 0,5%.

 

2. Iuran Tapera Jadi Tabungan Wajib

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan bahwa pemerintah telah merilis PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera pada 20 Mei 2020 lalu.

Dengan adanya aturan tersebut, tugas menghimpun dana akan diserahkan bertahap selama 7 tahun kepada Tapera untuk segera dilakukan pengadaan perumahan rakyat dengan mengumpulkan tabungan wajib berprinsip gotong royong dari segmen pekerja. Hal ini karena pendanaannya tidak bisa hanya mengandalkan dari APBN yang terbatas.

 Baca juga: Iuran Peserta Tapera Diinvestasikan di Saham, Aman?

"APBN itu terbatas, tetapi Tapera adalah gotong royong, bentuknya tabungan wajib. Yang dimaksud dengan gotong royong artinya, yang bisa memanfaatkan adalah masyarakat tertentu, tidak semua peserta," jelasnya.

3. Pemotongan Gaji PNS untuk Iuran Tapera Berlaku Tahun Depan

besaran simpanan peserta ditetapkan sebesar 3% dari gaji atau upah untuk peserta pekerja dan penghasilan untuk peserta pekerja mandiri. Adapun besaran simpanan peserta sebagaimana dimaksud untuk peserta pekerja ditanggung bersama oleh pemberi kerja sebesar 0,5%.

Sedangkan pekerja sebesar 2,5%. Sedangkan, besaran simpanan peserta untuk pekerja mandiri ditanggung sendiri. Di mana totalnya 3% dari gaji atau upah.

"Kami mendapat amanah sesuai UU adalah bertugas menghimpun dana murah jangka panjang yang layak dan terjangkau, dan untuk mewujudkan mimpi rumah pertama. Jadi kami bangun kredibilitas badan dan kemudian fokus ke ASN yang dulu peserta Taperum. Di 2021 kita mengawal pengalihan program FLPP bersatu ke dalam BP Tapera. Ini fokus kami 2 tahun pertama," kata Komisioner BP Tapera Adi Setianto.

4. Gaji di Bawah UMR Tak Wajib Ikut Tapera

Pemerintah akan memulai program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) mulai tahun depan. Sebagai permulaan, Aparatur Sipil Negeri (ASN) sebagai peserta disusul pegawai Kementerian BUMN dan swasta.

Deputi Komisioner bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Ariev Baginda Siregar mengatakan, tidak semua masyarakat diwajibkan untuk ikut iuran. Sebab program ini dikhususkan untuk masyarakat yang penghasilan setara dengan Upah Minimum Regional (UMR).

Sementara bagi masyarakat yang memiliki penghasilan di bawah UMR tidak akan diwajibkan untuk mengikuti iuran. Namun bukan berarti pekerja dengan gaji di bawah UMR ini tidak bisa ikut iuran.

"Peserta metodeloginya khusus UMR dan peserta di bawah itu tidak wajib ikut," ujarnya saat dihubungi Okezone.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini