Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

New Normal Bikin Ekonomi RI Hidup, Hati-Hati Gelombang Kedua Covid-19

Giri Hartomo , Jurnalis-Minggu, 14 Juni 2020 |11:35 WIB
<i>New Normal</i> Bikin Ekonomi RI Hidup, Hati-Hati Gelombang Kedua Covid-19
Virus Corona (Foto: Okezone)
A
A
A


2. Masyarakat Produktif

Pelaksanaan normal baru (new normal) yang dijalankan oleh pemerintah Indonesia di sejumlah daerah di Tanah Air pekan ini diharapkan menjadikan masyarakat produktif dan aman Covid-19.

“Masyarakat produktif dan aman covid, pertama, ini berarti masyarakat produktif yang memutus mata rantai covid dan kedua, produktif dalam memutus mata rantai dari meningkatnya angka PHK (pemutusan hubungan kerja), agar tidak semakin tinggi, sehingga kegiatan sosial ekonomi masyarakat bisa terdorong,” ungkap Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Lewat pemberlakukan new normal maka diharapkan kondisi perekonomian membaik seperti yang sudah dilakukan beberapa negara lain. “Kita harus banyak belajar dari negara yang sudah mendahului kita, seperti Korea, China, dan Italia,” katanya.

 

3. Dampak Covid-19 ke Perekonomian

 

Kondisi perekonomian nasional selama masa Pandemi Covid -19 hampir semuanya turun drastis. Bahkan Airlangga menyatakan hampir seluruh sektor perekonomian terpotong antara 20% hingga 50%. Namun demikian ada pula sektor yang masih positif.

"Sektor yang paling baik, adalah pangan, kesehatan dan kelapa sawit atau produksi minyak nabati. Sementara yang lain semuanya berada di bawah,” ucap Airlangga.

4. Start Engine Ekonomi RI

menurut Menko Perekonomian, maka harus dilakukan restart engine ekonomi. Hal tersebut diperlukan agar bisa menahan yang terkena PHK dan menahan kondisi masyarakat yang berada di near poor menjadi poor.

Kondisi perekonomian Indonesia sebenarnya sudah mendapatkan kepercayaan di mata pasar. Menurut Airlangga, indikator perekonomian Indonesia saat ini positif. Misalnya penerbitan obligasi oleh Hutama Karya yang ratingnya rendah karena dijamin oleh pemerintah. Hal itu menunjukkan beberapa hal penting.

"Pertama, ini berarti kepercayaan terhadap surat utang kita positif. Kedua pasar modal sudah mulai rebound dan ketiga currency kita relatif cukup kuat,” tambah Airlangga.

Dari segi makro ekonomi, Menko Perekonomian juga melihat kepercayaan pasar terhadap Indonesia dan terhadap kebijakan yang diambil pemerintah adalah positif.

“Kita harus menjaga perekonomian nasional dan mengutamakan produksi nasional dan menjaga daya beli masyarakat agar jangan dimanfaatkan oleh importir yang akan menguntungkan negara lain,” pungkas Airlangga.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement