Upaya Pertahankan Bisnis Bandara dengan Kencangkan Ikat Pinggang

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 15 Juni 2020 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 15 320 2230324 upaya-pertahankan-bisnis-bandara-dengan-kencangkan-ikat-pinggang-hKD6gT1OR0.jpg Dampak Covid-19 pada Industri Penerbangan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) menyiapkan strategi untuk mempertahankan bisnis di tengah Covid-19. Apalagi saat ini perjalanan orang dengan pesawat berkurang signifikan. Namun konektivitas udara tetap perlu dijaga untuk mempercepat penanganan Covid-19.

Sejalan dengan itu PT Angkasa Pura II (Persero) hingga saat ini tetap mengoperasikan 19 bandara untuk melayani penerbangan.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengakui bahwa perseroan memperketat ikat pinggang dengan melakukan penghematan dari sisi operasional di 19 bandara. Penghematan misalnya menekan biaya fasilitas dan layanan nonprioritas memperhatikan kondisi yang ada di mana lalu lintas penumpang pesawat juga berkurang.

Baca Juga: Bisnis Suram karena Covid-19, AP II Pangkas Belanja Modal Jadi Rp1,1 Triliun

Salah satu contoh penghematan yang dilakukan di Soekarno-Hatta adalah menutup sementara Terminal 1 dan Terminal 2F, di mana ini juga merupakan upaya melakukan pengaturan pola operasional guna mendukung PSBB. Sejalan dengan PSBB tersebut, operasional Skytrain yang merupakan moda transportasi kereta listrik antar-terminal untuk sementara dihentikan.

“Melalui cost leadership, penghematan dari sisi operasional di 19 bandara cukup besar, bisa dilakukan penghematan hingga 70% dari perkiraan cost yang kami perkirakan pada awal tahun. Secara grup termasuk anak usaha, penghematan bisa dilakukan mencapai 60%. Nominal penghematan cukup besar,” ujar Awaluddin, dalam keterangannya, Senin (15/6/2020).

Baca Juga: Erick Thohir Gabungkan Angkasa Pura I dan II

Perseroan juga mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam mengelola arus kas. Di tengah pandemi ini arus kas masuk (cash inflow) memang tengah tertekan dikarenakan lalu lintas penumpang turun, namun masih didukung dari tetap terjaganya bisnis angkutan kargo.

Di samping itu, sejumlah bank termasuk yang ada di dalam Himbara juga telah memberikan fasilitas pinjaman ke PT Angkasa Pura II.

Adapun arus kas keluar (cash out flow) berupaya dikelola dengan baik, yang diantaranya dilakukan melalui cost leadership.

Baca Juga: Sudah Jatuh Tempo, BUMN Harap-Harap Cemas Pencairan Utang Pemerintah Rp108 Triliun

“Kami berupaya menyeimbangkan arus kas masuk dan arus kas keluar di tengah pandemi ini. Hingga saat ini PT Angkasa Pura II mampu menjaga ini, sehingga nantinya mampu kembali melakukan ekspansi ketika pandemi terkendali,” ujarnya.

Melalui Cost Leadership, Capex Disbursement, dan Cash Flow Management, di tengah pandemi ini PT Angkasa Pura II dapat mempertahankan operasional 19 bandara.

Bandara perseroan memiliki kesiapan beroperasi di tengah pandemi dengan berbagai fasilitas dan perlengkapan; mengikuti dinamisnya prosedur atau regulasi yang menyesuaikan dengan perkembangan terkini serta beroperasi secara lebih ramping dan optimal.

Salah satu bandara perseroan yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta tetap beroperasi 24 jam setiap hari untuk mendukung penanganan COVID-19.

Soekarno-Hatta menjadi titik ketibaan arus bantuan logistik transportasi udara guna membantu Indonesia menghadapi COVID-19.

Selain itu, Soekarno-Hatta juga menjadi bandara utama melayani penerbangan repatriasi guna mengantar pulang WNI.

“PT Angkasa Pura II berupaya selalu mendukung penanganan Covid-19 dengan kemampuan dan sumber daya yang kami miliki dan bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 serta stakeholder lainnya,” ujarnya.

Di tengah pandemi, PT Angkasa Pura II tetap menghadirkan inovasi layanan misalnya berbagai fasilitas touchless di Soekarno-Hatta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini