Target Investasi 2020 Direvisi, Pemerintah Harus Gencar Tarik Investor

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 16 Juni 2020 19:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 20 2231159 target-investasi-2020-direvisi-pemerintah-harus-gencar-tarik-investor-uFwtg07bDJ.jpg Investasi (Shutterstock)

JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bakal merevisi target investasi pada 2020. hal ini akibat pandemi virus corona atau Covid-19 yang berkepanjangan.

Seperti diketahui, dari target awal sebesar Rp886 triliun, BKPM telah merevisi targetnya menjadi Rp817 triliun pada Juli tahun ini. Meski demikian, target ini berpotensi direvisi kembali jika pandemi Covid-19 tidak selesai hingga bulan Juli mendatang.

 Baca juga:  Singapura Juara Investasi Terbesar di Indonesia

Terkait hal itu Kepala Departemen Ekonomi CSIS Yose Rizal Damuri meminta semua pihak harus bisa memaksimalkan target investasi pada 2020 di tengah pandemi Covid-19. Seperti kembali menarik investor asing ke Indonesia.

"Jadi jangan sampai pandemi Covid-19 ini menghambat investasi di Indonesia," ujar dia pada IDX Channel di Jakarta, Selasa (16/6/2020).

 Baca juga: Investasi Tembus Rp210,7 Triliun, Ini Rincian Sektornya

Dari data BKPM, realisasi investasi kuartal I 2020 mencapai Rp210,7 Triliun, naik 8% dari tahun sebelummya yakni Rp195,1 triliun. Kemudian, ada beberapa negara Asean yang realisasi investasi terbesar di Indonesia pada kuartal I 2020.

Seperti, Singapura dengan nilai investasi USD2,7 miliar, lalu disusul China dengan nilai investasi USD1,2 miliar, Hongkong dengan nilai imvestasi USD624,1 juta, Jepang dengan investasi USD604,2 juta, dan Malaysia dengan investasi USD480 juta.

Sebelumnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengatakan kondisi pandemi Covid-19 mendorong pemerintah untuk tidak lagi mengandalkan sektor-sektor yang sebelumnya menjadi primadona. Sektor yang menjadi prioritas investasi yaitu manufaktur, hilirisasi, dan alat kesehatan.

"Kita dorong sektor yang menciptakan lapangan pekerjaan," ujar Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dalam keterangannya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini