Dulu Jadi Penyelamat Krisis 1998, Kini UMKM Babak Belur Lawan Covid-19

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 16 Juni 2020 17:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 320 2231077 dulu-jadi-penyelamat-krisis-1998-kini-umkm-babak-belur-lawan-covid-19-S0qUxcN4yA.jpeg Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menyebut sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang paling terdampak covid-19. Padahal sektor UMKM menjadi salah satu sektor yang berkontribusi cukup besar pada perekonomian Indonesia.

Ketua Umum Hipmi Mardani H Maming mengatakan, saat ini nasib UMKM berbeda dengan 1998. Pada krisis tahun 1998, sektor UMKM menjadi salah satu penyelamat negara dari carut marut ekonomi.

Baca Juga: Cara Erick Thohir Selamatkan UMKM dari Covid-19

"1998 yang dulu penyelamat ekonomi adalah UMKM. Sekarang adalah UMKM lah yang menjadi sejarah terdampak paling besar," ujarnya dalam diskusi virtual, Selasa (16/6/2020).

Menurut Mardani, terdampaknya UMKM perlu menjadi perhatian bersama. Bahkan menurutnya, perlu ada tim kuhsus dan kebijakan khusus untuk menyelamatkan UMKM dari krisis akibat covid-19.

Baca Juga: Menko Luhut Minta Gubernur Sumut Berdayakan UMKM

Misalnya adalah dengan memberikan restrukturisasi kredit pada para pelaku UMKM. Sehingga para pelaku UMKM bisa mendapatkan nafas panjang setelah tersenggal-senggal bertahan dari covid-19.

"Sehingga kita membentuk pokja dan hadir zoom 34 provinsi secara bergantian kita undang pengusaha Hipmi yang ada di seluruh nusantara dan meminta masukan untuk relaksasi pinjaman bank terkhusus juga di semua bank dan juga Bank BRI," kata Mardani.

 

Menurut Mardani, para pelaku UMKM yang diberikan keringanan kredit juga harus dilihat. Jangan sampai keringanan kredit ini diberikan kepada para pengusaha yang keuangannya tidak baik, serta pembayaran cicilannya macet.

"Mudah-mudahan hadirnya pak Sunarso (Dirut BRI) ini yang mana bagus pekerjaannya, pengembalian kreditnya karena pandemi dia mendapatkan keuangannya tidak stabil mendapatkan relaksasi," kata Mardani.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini