Banyak Orang Kaya Butuh Uang Tetapi Gengsi ke Pegadaian meski Punya Aset Berlimpah

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 17 Juni 2020 15:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 17 320 2231645 banyak-orang-kaya-butuh-uang-tetapi-gengsi-ke-pegadaian-meski-punya-aset-berlimpah-E3qNSjOaEY.jpg Banyak Orang Lakukan Gadai. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Pegadaian (Persero) akan memperluas sasaran nasabah ke kelas atas atau orang kaya. Sebab, saat ini hampir semua orang tak terkecuali orang kaya mengalami kekeringan likuiditas akibat pandemi virus corona.

Orang kaya ini memiliki aset tapi tidak memiliki likuiditas. Peluang ini akan diambil Pegadaian untuk menambah jumlah nasabah. Saat ini saja jumlah nasabah Pegadaian naik 30% menjadi 13,8 juta dari 10 juta nasabah.

Baca Juga: Banyak Lelang Online Pegadaian, Dirut : Itu Abal-Abal

"Sekarang banyak ini nampaknya kaya, nampaknya berduit tapi kekeringan likuiditas alias tidak ada uang," kata Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto dalam telekonferensi, Jakarta, Rabu (17/6/2020).

Dengan adanya pandemi virus corona, kata Kuswiyoto masyarakat yang biasanya tidak pernah menyentuh Pegadaian, saat ini berbondong ke Pegadaian untuk menggadaikan aset.

Baca Juga: Tolong Perhatikan! Begini Modus Gadai Online Bodong

Pihaknya pun akan menyiapkan tenaga-tenaga untuk menjemput bola nasabah kaya yang ingin menggadaikan asetnya. Sebab, orang kaya malu melakukan gadai.

"Orang kaya punya aset tapi tidak punya uang. Kita yang akan jemput bola," katanya.

Pegadaian mempunyai syarat dalam menjemput nasabah kaya ini yakni dengan pinjaman Rp50 juta.

"Minimal Rp50 juta kita samperin," ujarnya.

Sementara itu, bisnis Pegadaian kata Kuswiyoto selama pandemi virus corona tidaklah mulus. Sebab secara frekuensi transaksi gadai turun 1% dan rekening gadai turun 3%.

"Jadi tren-nya abis dia gadai barang. Terus ketika harga emas naik, dia tebus barangnya kemudian dijual lagi karena ada sisa kelebihan harga barang," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini