JAKARTA – Selama pandemi virus corona atau Covid-19 masih melanda Indonesia, dibutuhkan sebuah sikap yakni gotong royong antar masyarakat. Sebab, dampak wabah tak hanya kepada kesehatan, melainkan menyasar pada masalah perekonomian.
Co-Founder dan Chief Product Officer Kitabisa Vikra Ijas mentakan, sejak kitabisa berdiri pada 2013, pihaknya telah menginventarisasi penggalangan dana untuk memulihkan keadaan seseorang yang menderita ancaman kesehatan. Untuk itu, pihaknya pun fokus untuk mencari mitra agar orang-orang yang membutuhkan donasi untuk pengobatannya agar mendapatkan pertolongan.
Baca Juga: Startup Bisa Lakukan Hal Ini agar Bertahan dari Covid-19
“Tapi ternyata masih banyak donasi agar bisa membayar pengobatan. Boleh dibilang itu kami menemukan market feed. Maka kami memperbaiki layanan kami agar semakin banyak warga tertolong,” kata Vikra dalam diskusi virtual, Rabu (17/6/2020).
Dia mengatakan, pihaknya mencatat dengan adanya bencana non alam ini cukup menggugah sebagian masyarakat Indonesia untuk menjadi seorang dermawan. "Kami catat ada 859 donatur khusus Covid-19. Kemudian pada 2018, Indonesia menjadi negara paling dermawan,” ujarnya.
Baca Juga: Canggih! Startup Ini Bangun Metode Deteksi Dini Covid-19
Dirinya berharap seluruh komunitas dapat terus bekolaborasi saling bahu-membahu untuk sedikit meringankan orang-orang yang terkena dampak Covid-19.
“Masa-masa penuh tantangan seperti sekarang membutuhkan kolaborasi. Ini saatnya kolaborasi. Menghubungkan orang-orang yang ingin berbuat baik. Kami berkalobrasi yang ingin melakukan berbuat kebaikan. Mari fokuskan kembali dan mencari mitra yang tepat,” kata dia.
(Feby Novalius)