Pertamina Kantongi Laba Bersih Rp35,8 Triliun pada 2019

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 18 Juni 2020 20:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 18 320 2232537 pertamina-kantongi-laba-bersih-rp35-8-triliun-pada-2019-ChMAkdrG7e.jpg Pertamina Bukukan Laba Bersih 2019. (Foto: Okezone.com/Pertamina)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mencatat laba bersih sebesar USD2,53 miliar atau setara Rp35,8 triliun sepanjang 2019. Hal tersebut disampaikan dalam laporan keuangan tahun 2019.

“Dengan dinamika dan tantangan bisnis selama 2019, kami bersyukur Pertamina dapat menorehkan berbagai pencapaian dan mempertahankan laba bersih stabil, sama dengan tahun sebelumnya,”ujar VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman, dalam keterangannya, Kamis (18/6/2020).

Baca Juga: Dalih Pertamina soal Rencana Penghapusan Premium

Pencapaian kinerja keuangan ini juga dipengaruhi oleh sejumlah pencapaian penting yang didukung oleh peningkatan kinerja operasi dan efisiensi dari berbagai inisiatif dan langkah terobosan yang dilakukan untuk mewujudkan pencapaian visi perusahaan menjadi perusahaan energi nasional kelas dunia.

Selain itu, pemegang saham juga memutuskan setoran dividen tunai sebesar Rp8,5 triliun. Dividen ini meningkat 7% dibandingkan setoran dividen tahun lalu yang sebesar Rp7,95 triliun. 

Baca Juga: Pertamina Bakal Kurangi Produk BBM, Premium dan Pertalite Dihapus?

Pada pelaksanaan proyek, tahun 2019 Pertamina tetap mengejar penyelesaian Proyek Strategis pengembangan dan pembangunan kilang baru. Pada pertengahan tahun 2019, Pertamina telah menuntaskan Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC) sehingga dapat meningkatkan kualitas produk BBM dari standar Euro 2 menjadi Euro 4, dan dengan volume produksi yang naik dari 1 juta barel menjadi 1,6 juta barel per bulan.

“Dengan kinerja operasional dan keuangan yang baik, Pertamina menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar Fortune Global 500 dan berada di peringkat 175 atau naik 78 tingkat dari sebelumnya di peringkat 253. Posisi ini akan menjadi kebanggaan bagi Pertamina dan Indonesia,” ujar Fajriyah.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini