BI Soroti Perkembangan Rupiah di Tengah Tekanan Dolar AS

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 19 Juni 2020 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 19 278 2232882 bi-soroti-perkembangan-rupiah-di-tengah-tekanan-dolar-as-MNaL3wTr5U.jpg Rupiah Melemah terhadap Dolar AS. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bank Indonesia menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah secara periodik pada 15 Juni sampai 19 Juni. Untuk hari ini, Rupiah dibuka pada level Rp14.020 per dolar Amerika Serikat (USD).

Mencermati kondisi perekonomian Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran Covid-19, BI mencatat perkembangan Rupiah pada 15-18 Juni 2020. Pada Kamis 18 Juni 2020, Rupiah berakhir menguat pada level Rp14.010 per USD.

Baca Juga: Rupiah Melemah Tipis ke 14.080/USD

Di mana yield Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun turun ke 7,13%. Demikian dikutip dari data BI, Jumat (19/6/2020).

Sedangkan indeks dolar (DXY) yang menunjukkan pergerakan dolar terhadap 6 mata uang negara utama lainnya seperti Euro hingga Yen menguat ke level 97,42. Kemudian untuk surat utang negara yang dikeluarkan pemerintah AS dengan tenor 1-10 tahun atau yield Us Treasury naik ke level 0,708%.

Baca Juga: Dolar AS Tetap Perkasa di Tengah Gelombang Kedua Covid-19, Apa Rahasianya?

Sementara itu, untuk aliran modal asing di Minggu ke-III bulan ini, indikator yang dalam mengukur risiko suatu negara atau premi credit default swaps (CDS) Indonesia 5 tahun turun ke 124,20 bps per 18 Juni 2020 dari 129,71 bps per 12 Juni 2020.

Selain itu, berdasarkan data transaksi 15-18 Juni 2020, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp1,09 triliun, dengan jual neto di pasar saham sebesar Rp2,15 triliun dan beli neto di pasar SBN sebesar Rp1,06 triliun. Data setelmen selama 2020 (ytd), nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp142,16 triliun.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini