Pedagang: Protokol Kesehatan Belum Bisa Diterapkan di Pasar Tradisional

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 19 Juni 2020 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 19 320 2232804 pedagang-protokol-kesehatan-belum-bisa-diterapkan-di-pasar-tradisional-d62l7biynP.jpg Pasar Tradisional (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri menilai Pemprov DKI Jakarta khususnya Perumda Pasar Jaya belum mampu menerapkan sistem protokol kesehatan di pasar tradisional yang berlokasi di wilayah Ibu kota. Hal itu terlihat dari penyediaan tempat cuci tangan yang masih kurang, meskipun ada pun terkadang tidak ada sabunnya.

“Pasar jaya belum maksimal melakukan sosialisasi dengan baik terkait ganjil-genap dan sistem protokol kesehatan. Ada tempat cuci tangan, tapi enggak ada sabun,” kata Abdullah dalam acara Market Review di IDX Channel, Jumat (19/6/2020).

Baca Juga: Heboh Pasar Ramai Pengunjung, Toko-Toko di Pasar Ini Justru Memilih Tutup 

Selama ini, lanjut dia, dari manajemen Perumda Pasat Jaya juga amat kurang dalam menerapkan sosialisasi terhadap para pedagang terkait edukasi agar mereka mematuhi protokol kesehatan. Ia mengaku sudah menyosialisasikan hal tersebut, namun juga mesti mendapat dukungan dari pemerintah terkait.

“Termasuk menyosialisasikan bagaimana pedagang terkait protokol kesehatan. Ikkappi siap terlibat,” ujarnya.

Baca Juga: Pasar Mulai Ramai, Presiden Jokowi: Jaga Jarak dan Pakai Masker 

Ia meminta agar Perumda Pasar Jaya lebih aktif turun ke lapangan agar para pedagang teredukasi. Bila mereka tak siap, langkah lainnya bisa mengajak para perwakilan di pasar untuk duduk bareng mencari solusi terbaik agar para pedagang bisa berjualan dan tetap mematuhi protokol kesehatan agar tak terpapar virus corona atau Covid-19.

“Bisa mendorong agar pasar bisa lebih baik. Pasar ini aman dari Covid-19 dan libatkan pedagang. Mereka adalah pemilik saham terbesar,” ujarnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini