Mal Dibuka Terbatas, Pemulihan Perekonomian Masih Sulit Diproyeksi

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 21 Juni 2020 20:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 21 320 2233865 mal-dibuka-terbatas-pemulihan-perekonomian-masih-sulit-diproyeksi-VRKNEx7Q0w.jpg Ekonomi RI (Shutterstock)

JAKARTA - Pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dinilai dapat meningkatkan perekonomian Indonesia. Apalagi, saat pusat-pusat perbelanjaan dibuka.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta, Ellen Hidayat menyebut pihaknya belum bisa memperediksi kapan perekonomian di Ibu Kota kembali pulih. Pasalnya, meski mal sudah kembali dibuka, namun tetap saja masih ada pembatasan, yakni hanya boleh terisi 50% dari kapasitas.

 Baca juga: Mal Sepi, Bagaimana Pendapatan Pengelola?

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi kembali meningkat bila kasus baru Covid-19 cepat menurun. Sebab, bila terus melonjak, maka pembatasan pengunjung di mal tetap akan diterapkan oleh pemerintah daerah.

“Keputusan 50% atau full dari pemerintah. Kantor juga belum boleh full. Selama semua terkait belum boleh full dan juga Covid-19 masih terus bertambah. Bagaimana mau proyeksi bisnis?,” kata Ellen kepada Okezone, Minggu (21/6/2020).

 Baca juga: Weekend, Pengunjung Mal Masih Sepi

Ia mengaku belum bisa membuat proyeksi kapan kegiatan perkonomian di mal kembali normal. Kini, aktivitas di sana pun masih dalam pengawasan dari pemerintah agar operasionalnya mematuhi protokol kesehatan penyebaran Covid-19.

“Saat ini sedang dalam pantauan semua pihak, baik swasta dan pemerintah,” ujarnya.

 Baca juga: Mal Dibuka, Faktanya Dijaga Ketat hingga Sepi Pengunjung

Ellen mengimbau kepada setiap masyarakat yang hendak bepergian agar tetap menjalani protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Karena itu, merupakan kunci agar perekonomian bisa berjalan kembali normal.

“Tidak bisa berandai-andai (waktu pemulihan ekonomi). Yang penting, mari masyarakat ikuti protokol kesehatan agar Covid-19 tidak berkembang,” kata dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini