Butuh Uang Tunai, SoftBank Jual Saham T-Mobile Rp294 Triliun

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 23 Juni 2020 10:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 23 320 2234735 butuh-uang-tunai-softbank-jual-saham-t-mobile-rp294-triliun-rcO46Qg7YX.jpg SoftBank (Foto: BBC)

JAKARTA - SoftBank akan menjual sekitar 198 juta lembar saham T-Mobile atau senilai USD21 miliar (setara Rp294 triliun dengan kurs Rp14.200 per USD).

Penjualan yang mewakili sekitar 65% saham SoftBank di T-Mobile merupakan bagian dari upaya SoftBank untuk mencari uang tunai karena pandemi virus corona telah merusak beberapa investasinya. Demikian seperti dilansir CNBC, Jakarta, Selasa (23/6/2020).

Baca Juga: Raih Rp294 Triliun, SoftBank Bakal Jual Saham T-Mobile 

Sebelum adanya pandemi virus corona, SoftBank juga gagal total dalam investasi di WeWork. Kala itu SoftBank melalui Vision Fund menyuntik WeWork tapi gagal untuk go public setelah prospektus IPO-nya dikritik karena struktur tata kelola perusahaan nontradisional dan kerugian besar.

Sementara itu, pemberitaan penjualan saham ini membuat saham T-Mobile turun sekitar 1,5% dalam perdagangan Senin waktu setempat.

Dalam laporan bulan Mei kepada para investor, SoftBank mengatakan bahwa Vision Fund membukukan kerugian USD18 miliar. Itu terjadi setelah SoftBank sebelumnya mengumumkan pada bulan Maret bahwa akan menjual atau memonetisasi hingga setara dengan USD41 miliar dalam aset untuk buyback saham dan membayar utang.

Baca Juga: SoftBank Jual Aset USD41 Miliar, Buyback Saham dan Bayar Utang 

T-Mobile dalam siaran persnya akan menawarkan sekitar 134 juta saham yang dijual SoftBank dalam transaksi kepada publik. Ini akan memberikan penjamin emisi dari ekuitas publik yang menawarkan opsi untuk membeli 10 juta saham tambahan.

Marcelo Claure, direktur T-Mobile dan CEO SoftBank Group International, akan membeli 5 juta saham setelah mereka dijual ke T-Mobile, kata perusahaan itu dalam pengajuan dengan Securities and Exchange Commission. Claure akan membeli saham tersebut dengan hasil pinjaman dari SoftBank.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini