Pembatasan Tenaga Kerja Asing Diprotes Bos Google hingga Amazon

Rabu 24 Juni 2020 13:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 24 320 2235526 pembatasan-tenaga-kerja-asing-diprotes-bos-google-hingga-amazon-hmIUp4nOIb.jpg Karyawan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Presiden AS Donald Trump membatasi masuknya pekerja asing sebagai upaya meningkatkan perekrutan tenaga kerja domestik. Keputusan ini ditentang sejumlah perusahaan raksasa Amerika dan CEO sektor teknologi mulai dari Google hingga Tesla. Penangguhan visa yang berlaku mulai 24 Juni 2020, akan berlangsung hingga akhir tahun dan diperkirakan dapat menyediakan 525.000 lapangan pekerjaan bagi warga AS.

CEO Alphabet Sundar Pichai menyatakan, imigrasi sangat memberikan kontribusi bagi keberhasilan ekonomi Amerika, menjadikannya pemimpin global dalam teknologi, dan juga perusahaan Google sekarang ini.

Baca juga: Rekor Penjualan Ritel AS, Trump: Tertinggi Sepanjang Masa!

Sementara itu Pemimpin YouTube Susan Wojcicki menyatakan, imigrasi menjadi pusat kisah sukses Amerika, dan juga kesuksesan keluarga saya sendiri. Keluarga saya selamat dari bahaya dan menemukan rumah baru di Amerika dan di Youtube.

"Amazon menentang keputusan pemerintahan AS yang terburu-buru dalam penghentian sementara program visa bagi orang-orang yang berkemampuan tinggi. Menyambut talenta terbaik & berbakat dari seluruh dunia merupakan hal sangat penting dalam pemulihan ekonomi Amerika. Kami terus dukung program-program ini & upaya untuk melindungi hak-hak imigran," demikian pernyataan Amazon Inc dilansir dari VOA, Rabu (24/6/2020).

Baca juga: The Fed Ramal Ekonomi AS Bakal Turun 6,5% Tahun Ini

"Seperti Apple, negara yang berasal dari para imigran ini selalu mendapatkan kekuatan dalam keragaman yang dimiliki masing-masing, dan mengusahakan tercapainya the American Dream. Kemakmuran tidak akan tercapai tanpa keduanya," kata, Tim Cook CEO Apple dalam cuitannya.

Facebook menyatakan, keputusan terbaru Presiden Trump itu menggunakan pandemi covid-19 sebagai pembenaran untuk membatasi imigrasi. Pada kenyataannya, mencegah masuknya orang-orang yang sangat terampil ke AS akan mempersulit pemulihan negara.

Presiden Microsoft, Brad Smith melalui cuitan di Twitter menyatakan sekarang bukan saatnya untuk memutuskan sejumlah tenaga berbakat dunia atau menciptakan ketidakpastian dan kegelisahan. Imigran memainkan peran penting di perusahaan kita dan mendukung infrastruktur kritis negara.

Sementara itu CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk menulis dalam Twitter, "Sangat tidak setuju dengan tindakan ini. Menurut pengalaman saya, keterampilan orang-orang asing ini justru menciptakan lapangan kerja. Reformasi visa masuk akal, tetapi tindakan (Presiden Trump) ini terlalu luas."

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini