Turki Minat Garap Infrastruktur di RI, Kira-Kira Apa Ya?

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 26 Juni 2020 10:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 26 320 2236677 turki-minat-garap-infrastruktur-di-ri-kira-kira-apa-ya-zYBpJYM22i.jpg Infrastruktur (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umim dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengajak seluruh perusahaan konstruksi untuk mengadakan pertemuan bilateral antara Indonesia-Turki. Pertemuan ini sendiri dilaksanakan secara virtual.

Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Pemerintah Turki yang diwakili oleh Menteri Perdagangan Ruhsan Pekcan.

Baca Juga: Turki Lirik Investasi Pembangunan Infrastruktur di Indonesia 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pertemuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan Turki. Ada beberapa kerja sama yang dibahas dari mulai level government to government (G2G), business to business (B2B), maupun Public Private Partnership (PPP) khususnya dibidang infrastruktur.

"Pembangunan infrastruktur merupakan prioritas bagi Pemerintah Indonesia hingga tahun 2024. Presiden Joko Widodo memiliki visi menggunakan pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan produktivitas serta daya saing nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (26/6/2020).

Baca Juga: Rayu Investor Turki, Menteri PUPR: Investasi Bukan Hanya Tol 

Menurut Basuki, pemerintah akan sangat terbuka kepada swasta dan asing untuk terlibat dalam proyek infrastruktur. Apalgi, pemerintah sendiri membutuhkan banyak investasi masuk seiiring dengan masifnya pembangunan proyek infrastruktur yang dilakukan.

“Kami terbuka bagi keterlibatan pihak asing, baik untuk ikut mengerjakan proyek infrastruktur maupun untuk berinvestasi di bidang infrastruktur,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT PP (Persero) Novel Arsyad mengatakan, Turki menunjukan ketertarikan yang besar untuk memasuki pasar Asia Tenggara khususnya Indonesia.

Oleh karena itu, Turki akan langsung menindaklanjutinya dengan membuat working group antara negara untuk melanjutkan peluang kerjasama Indonesia-Turki. Kerjasama tersebut meliputi B2B initiatives, finance mechanism, fasilitas akses market dan ketenagakerjaan.

“Dengan terselenggaranya kunjungan bilateral dan forum bisnis virtual ini diharapkan dapat mendorong peningkatan hubungan bilateral di bidang ekonomi dan perdagangan kedua negara,” jelasnya.

Sebagai informasi, kunjungan virtual Turki tersebut dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Turki Lalu Muhammad Iqbal, Ketua Kadin Rosan Perkasa Roeslani, Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Kennedy Simanjuntak, Direktur Utama BUMN Karya, Asosiasi Konsultan Konstruksi dan Arsitektur Turki, Asosias Kontraktor Indonesia, Asosiasi Kontraktor Turki, serta sejumlah perwakilan Dewan Kerjasama Ekonomi Indonesia-Turki.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini