JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umim dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengajak seluruh perusahaan konstruksi untuk mengadakan pertemuan bilateral antara Indonesia-Turki. Pertemuan ini sendiri dilaksanakan secara virtual.
Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Pemerintah Turki yang diwakili oleh Menteri Perdagangan Ruhsan Pekcan.
Baca Juga: Turki Lirik Investasi Pembangunan Infrastruktur di Indonesia
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pertemuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan Turki. Ada beberapa kerja sama yang dibahas dari mulai level government to government (G2G), business to business (B2B), maupun Public Private Partnership (PPP) khususnya dibidang infrastruktur.
"Pembangunan infrastruktur merupakan prioritas bagi Pemerintah Indonesia hingga tahun 2024. Presiden Joko Widodo memiliki visi menggunakan pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan produktivitas serta daya saing nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (26/6/2020).
Baca Juga: Rayu Investor Turki, Menteri PUPR: Investasi Bukan Hanya Tol
Menurut Basuki, pemerintah akan sangat terbuka kepada swasta dan asing untuk terlibat dalam proyek infrastruktur. Apalgi, pemerintah sendiri membutuhkan banyak investasi masuk seiiring dengan masifnya pembangunan proyek infrastruktur yang dilakukan.
“Kami terbuka bagi keterlibatan pihak asing, baik untuk ikut mengerjakan proyek infrastruktur maupun untuk berinvestasi di bidang infrastruktur,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT PP (Persero) Novel Arsyad mengatakan, Turki menunjukan ketertarikan yang besar untuk memasuki pasar Asia Tenggara khususnya Indonesia.