3. Daftar Negara Pertumbuhan Ekonomi Minus
Laporan IMF itu juga memperkirakan, produk domestik bruto (PDB) Amerika akan turun 8% lebih buruk dari perkiraan April lalu sebesar 5,9%. Untuk 19 negara Eropa yang menggunakan Euro, laporan IMF mengatakan kawasan itu akan mengalami penurunan 10,7%.
Untuk di wilayah Eropa, pertumbuhan ekonomi negara maju seperti Prancis diprediksi tumbuh minus 12,5% pada tahun ini. Sedangkan untuk 2020, diperkirakan mengalami pemulihan ekonomi hingga 7,3%.
Jerman juga diprediksi akan mengalami pertumbuhan minus 7,8% pada 2020. Pada 2021, mengalami pemulihan hingga 5,4%. Kemudian Spanyol diprediksi tumbuh negatif sebesar 12,8% dan Rusia tumbuh minus 6,6% pada tahun ini.
Pada wilayah Amerika, Brasil, Argentina, Amerika Serikat juga diprediksi tumbuh negatif. Amerika Serikat tumbuh negatif 8,0%, Argentina tumbuh minus 9,9% dan Brasil negatif 4,5%.
Sementara itu di Asia, pertumbuhan ekonomi tahun ini juga mayoritas negatif. Seperti Indonesia yang diprediksi pertumbuhannya negatif 0,3%. Malaysia minus 3,8%, Jepang negatif 5,8%, Korea minus 2,1%. Arab Saudi minus 6,8%.
4. Ekonomi China Bisa Naik 1%
Terlepas dari perkiraan IMF bahwa semua Kawasan di dunia akan mengalami pertumbuhan negatif, hanya dua negara yang pertumbuhan ekonominya tidak minus, di antaranya China dan Egypt. China diperkirakan tumbuh 1,0% dan pada 2021 naik ke 8,2%, sedangkan Egypt tumbuh 2,0% tahun ini.
5. Ekonomi Indonesia Minus 0,3%
Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini tumbuh minus 0,3% karena pandemi virus corona. Untuk 2021, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi tersebut meningkat ke 6,1%.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.