Utang Pemerintah ke Pupuk Indonesia Capai Rp17,1 Triliun, Berikut Rinciannya

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 29 Juni 2020 20:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 29 20 2238439 utang-pemerintah-ke-pupuk-indonesia-capai-rp17-1-triliun-berikut-rinciannya-Mc2Fww4DgW.jpg Utang Pemerintah untuk Subsidi Pupuk. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Pupuk Indonesia menyebut utang pemerintah mencapai Rp17,1 triliun. Angka ini merupakan kumulatif utang untuk subsidi pupuk sejak 2017.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idar mengatakan, utang tersebut berasal dari subsidi pupuk yang diberikan pemerintah. Utang ini tersebar pada lima anak usaha perseroan.

Baca Juga: Menko Luhut: Bank Dunia Puji Pengelolaan Utang Indonesia

Adapun rinciannya, PT Petrokimia Gresik (PKG) Rp10,8 triliun, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) Rp1,8 triliun, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (PSP) Rp2,1 triliun, PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) Rp1,3 triliun, dan PT Pupuk Iskandar Muda Rp1,05 triliun (PIM).

“Posisi piutang subsidi pupuk bisa terlihat, secara total adalah Rp17,1 triliun,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan komisi VI DPR-RI, Senin (29/6/2020).

Baca Juga: Cara Sri Mulyani Kelola Utang Indonesia agar Tidak Membengkak Tahun Depan

Menurut Asikin, tagihan ini sudah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Meskipun untuk tagihan utang subsidi pupuk pemerintah tahun ini masih dalam proses audit BPK (Un-audited)

“Tagihan ini adalah dari tahun 2017-2020. Hanya yang 2020 ini sifatnya masih un-audited karena masih tahun berjalan,” jelasnya.

Aas mengatakan, karena utang tersebut belum dibayar, PT Pupuk Indonesia harus meminjam modal kerja kepada perbankan untuk mempertahankan keberlangsungan perusahaan. Meskipun pinjaman ini akan berdampak pada peningkatan beban bunga perusahaan.

“Dari Rp17 triliun, 10% saja Rp 1,7 triliun dalam 1 tahun itu. Yang pada akhirnya ini akan meningkatkan juga subsidi pupuk. Ini akan menjadi biaya lagi, menambah biaya,” kata Aas.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini