Selain Listrik, Subsidi Solar Turun Rp500/Liter pada 2021

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 29 Juni 2020 12:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 29 320 2238080 selain-listrik-subsidi-solar-turun-rp500-liter-pada-2021-eFBRm1dJxn.jpg BBM (Okezone)

JAKARTA - Anggaran subsidi untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar pada tahun 2021 mendatang ditetapkan sebesar Rp500 per liternya. Angka ini lebih rendah dibandingkan realisasi subsidi BBM jenis Solar pada tahun ini yang sebesar Rp1.000 per liter.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, volume Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi ditargetkan sebesar 15,79 kiloliter (kl). Angka tersebut terdiri dari volume subsidi minyak tanah sebesar 0,45 hingga 0,50 kilo liter.

 Baca juga: Pengusaha Usul Harga BBM Industri Diturunkan di Tengah Covid-19

Sementara untuk volume minyak solar 15,31 hingga 15,80 kiloliter. Sedangkan untuk volume gas LPG subsidi ditargetkan sebesar 7 hingga 7,5 Metrikton.

"Dengan makin banyak kota punya jargas dan ada peningkatan konsumsi gas dengan pandemi serta bertambahnya kongkrit nelayan dan petani dan perkiraan realisasi volume konsumsi 2020 6,89 MT," ujarnya dalam rapat kerja dengan DPR-RI, Senin (29/6/2020).

 Baca juga: Harga BBM Bulan Mei Tak Akan Turun, Sama seperti April

Selain BBM, sebenarnya anggaran subsidi listriki juga mengalami penurunan. Adapun anggaran untuk subsidi listrik sebesar Rp50,47 triliun hingga Rp54,55 triliun pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021 atau turun dibandingkan anggarn subsidi listrik pada tahun ini yang senilai Rp54,79 triliun.

Ada beberapa pertimbangan dari usulan subsidi listrik ini. Pertama adalah menyesuaikan dengan nilai tukar mata uang yang dipatok sebesar Rp13.700 hingga Rp14.900 per USD.

Baca juga:  Cara Dapatkan Cashback Harga BBM hingga LPG

Selain itu, usulan subsidi listrik ini juga mempertimbangkan harga minyak mentah di Indonesia (ICP). Adapun ICP pada RAPBN 2021 sendiri dipatok sebesar USD42 hingga USD45 per barel per hari.

"Walaupun tahun 2021 tidak ada pencabutan subsidi listrik, usulan subsidi pada RAPBN sebesar Rp50,47-Rp54,55 triliun dengan asumsi nilai tukar dolar Rp13.700 sampai 14.900 per dolar dan ICP USD42-45 per barel," jelasnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini