Belanja Modal Tembus Rp1.826 Triliun, Bos Pertamina Bahas IPO

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 29 Juni 2020 17:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 29 320 2238318 belanja-modal-tembus-rp1-826-triliun-bos-pertamina-bahas-ipo-4qA3gRPN1P.jpg Persiapan IPO Anak Usaha Pertamina. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menjelaskan rencana melepas anak usahanya di sub-holding ke pasar saham atau Initial Public Offering (IPO). Rencana IPO merupakan arahan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, IPO merupakan upaya pemerintah untuk melepas saham ke publik guna mencari pendanaan baru. IPO ini pun bukan berarti Pertamina menjual aset dengan cara privatisasi.

Baca Juga: Bos Pertamina: IPO, Salah Satu Opsi Cari Pendanaan

"Privatisasi melepas kepemilikan negara di Pertamina tidak ada," ujarnya dalam acara rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR-RI, Senin (29/6/2020).

Sementara itu, Direktur Strategic Planing Pertamina Iman Rachman mengatakan, langkah IPO yang dilakukan perseroan bukanlah sebuah akhir. Sebab sama seperti mencari pinjaman dari perbankan.

"Ini bukan akhir. Sama saja kaya pendanaan perbankan," ucapnya.

Baca Juga: Cuma IPO Anak-Cucu Usaha, Pertamina Bantah Jual Aset

Langkah IPO ini juga diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dana belanja modal perseroan. Di mana belanja modal atau capex Pertamina pada tahun ini hingga 2026 mencapai USD133 miliar.

Hanya saja, dirinya tidak menyebutkan berapa persen dana yang akan ditarik lewat IPO untuk memenuhi belanja modal tersebut. Sebab, ada beberapa opsi pendanaan yang dilakukan perseroan seperti menerbitkan surat utang, hingga meminjam dana kepada perbankan.

"Kalau mau melakukan IPO, pertama kita lihat kebutuhan dana kita. Kebutuhan Capex kita USD133 miliar," kata Iman.

Iman menambahkan, IPO juga bukan berarti saham Pertamina akan dikuasai oleh swasta atau bahkan asing. Sebab IPO merupakan sarana untuk sharing dana dan bukan untuk mengkontrol perusahaan.

"Dalam IPO memang ada public disitu. Mereka tidak kontrol disitu," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini