OJK Restui Right Issue Bukopin, Kookmin Jadi Pembeli Siaga

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 30 Juni 2020 19:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 278 2239060 ojk-restui-right-issue-bukopin-kookmin-jadi-pembeli-siaga-Rt8AOSYwoY.jpg OJK Dukung Upaya Bank Bukopin. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) angkat suara soal efektif pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas kelima (PUT V) PT Bank Bukopin Tbk melalui penerbitan saham baru dengan memberikan penawaran Hak Memesan Efek Terbatas Terlebih Dahulu (HMETD) kepada pemegang saham yang penggunaan dana seluruhnya digunakan untuk modal kerja dalam rangka meningkatkan pertumbuhan kredit.

Hal ini sesuai dengan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Bukopin Tbk pada 24 Oktober 2019.

Dalam Prospektus PUT V Bank Bukopin dinyatakan bahwa kedua pemegang saham utama, yaitu PT Bosowa Corporindo dan KB Kookmin Bank Co Ltd. (Kookmin) menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan seluruh haknya dalam PUT V.

Baca Juga: RUPS Bank Bukopin, Rivan Purwantono Jadi Dirut

Dalam PUT ini, Kookmin bertindak sebagai Pembeli Siaga yang akan mengambil seluruh sisa saham yang tidak dilaksanakan haknya oleh pemegang saham lainnya, hal ini sesuai dengan rencana Kookmin menjadi Pemegang Saham Pengendali PT Bank Bukopin Tbk. (Siaran Pers Bukopin dan OJK tanggal 11 Juni 2020).

"OJK mendukung aksi korporasi PT Bank Bukopin Tbk yang dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat dan nasabah pada khususnya terhadap pelayanan PT Bank Bukopin Tbk," tulis Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik Anto Prabowo, dalam keterangannya, Selasa (30/6/2020).

Baca Juga: Kookmin Bank Setor Rp2,8 Triliun ke Bukopin, OJK: Komitmen Perkuat Likuiditas

Ke depan, OJK menyambut baik penjelasan lanjutan Ketua BPK kaitan dengan pelaksanaan pengawasan bank yang sempat diberitakan oleh beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab dan tentunya berita tersebut sudah tidak relevan dengan perkembangan saat ini. OJK bekerjasama dengan pihak Bareskrim Polri untuk mengusut dan menindak orang yang bermaksud membuat keresahan di masyarakat.

OJK mengharapkan masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan penarikan di luar batas kewajaran karena hal itu sangat berpengaruh terhadap kondisi bank dan mengabaikan ajakan untuk memindahkan dana karena berita yang menyesatkan.

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini