New Normal, Fintech Siap Merebut Pasar Keuangan

Natasha Oktalia, Jurnalis · Selasa 30 Juni 2020 16:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 30 320 2238926 new-normal-fintech-siap-merebut-pasar-keuangan-p23KUtRT7H.jpg Fintech (Foto: Shutterstock)

Dewan Penasehat AFPI, Chatib Basri menyampaikan perilaku masyarakat yang berubah dan mengarah ke digital, merupakan kesempatan bagi industri fintech pendanaan bersama untuk mengambil pasar. Hal ini didukung adanya keunggulan komparatif yang dimiliki industri berbasis teknologi ini, namun tentunya harus mempunyai daya tahan yang panjang.

“Proses pemulihan di industri keuangan kemungkinan baru bisa di pertengahan tahun 2021 atau bisa lebih lama, karena proses tersebut terjadi di seluruh dunia dan berimpllikasi juga ke industri fintech pendanaan bersama. Perusahaan fintech pendanaan bersama harus punya amunisi yang kuat serta memerlukan strategi untuk bisa memiliki nafas panjang,” tambah dia.

Hal senada juga di sampaikan Dewan Penasehat AFPI dan anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo, menurutnya, industri fintech pendanaan bersama perlu memperkuat manajemen risiko khususnya di situasi saat ini di mana masyarakat dan UMKM sebagai pengguna layanan meminta restrukturisasi, sehingga perlu assessment yang baik dengan mempertimbangkan sektor-sektor usaha.

“Ada beberapa penyelenggara yang mengalami peningkatan penyaluran pinjaman, namun ada juga yang mengalami penurunan, oleh karena itu, AFPI harus memperhatikan dengan baik sektor-sektor usaha yang dianggap produktif sebagai strategi industri untuk terus tumbuh sehat dan melayani akses keuangan masyarakat,” ungkapnya.

Dewan Penasehat AFPI Prasetyantoko mengatakan, perlu adanya sebuah transformasi dan akselerasi dalam menghadapi krisis yang terjadi. Identifikasi yang mendalam agar dapat bertahan dalam kondisi saat ini menjadi sangat penting, begitu juga kemampuan beradaptasi harus ditunjukkan dalam satu langkah konkrit yang jelas.

Hingga saat ini, industri fintech pendanaan bersama terus meningkatkan kredibilitasnya ditandai dengan adanya pemberian izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selama masa pandemi Covid-19. Tidak hanya itu, belum lama ini 3 penyelenggara Fintech P2P Lending yang berizin juga mendapatkan kepercayaan untuk kerja sama dalam hak akses validasi data kependudukan dengan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Perdagangan.

Hal lain juga terlihat dari meningkatnya angka penyaluran pinjaman dari seluruh anggota AFPI kepada masyarakat. Berdasarkan data OJK per April 2020, akumulasi penyaluran pinjaman Fintech P2P Lending (fintech pendanaan bersama) naik 186,54% menjadi Rp 106,6 triliun dari posisi periode yang sama tahun lalu.

Ketua Harian AFPI Kuseryansyah menambahkan selama masa wabah corona ini secara umum penurunan terjadi hampir pada sebagian besar platform penyelenggara fintech pendanaan bersama, namun ada beberapa sektor yang terjadi peningkatan penyaluran pembiayaan seperti distribusi pada healthcare, utamanya pada UMKM farmasi, obat-obatan dan alat pendukung kesehatan. Begitu juga sektor yang terkait distribusi pangan, produk agrikultur, makanan kemasan, memiliki perkembangan yang positif.

“Di masa wabah Covid-19 ini, ada kabar gembira dari beberapa platform yang tetap mencatatkan pertumbuhan pencairan. Dengan kekuatan inovasi produk dan adaptasi dari artificial intelligent (credit scoring) dalam pengelolaan risiko, mereka masih mencatatkan pertumbuhan spektakuler hingga lebih dari 100%. Tentu saja, hal tersebut dimungkinkan karena dukungan dari lender (pemberi pinjaman) mereka baik institusional maupun individual,” ujar Kuseryansyah.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini