Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Presiden Kesal Anggaran Belanja Belum Maksimal, Pengusaha: Kinerja Menteri Lambat

Taufik Fajar , Jurnalis-Rabu, 01 Juli 2020 |11:07 WIB
Presiden Kesal Anggaran Belanja Belum Maksimal, Pengusaha: Kinerja Menteri Lambat
Presiden Jokowi (Foto: Youtube Setpres)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan agar para menteri menyikapi situasi krisis tidak dengan sikap kerja ekstra. Presiden mengaku jengkel karena para menteri dinilai masih biasa saja menyikapi krisis akibat covid-19.

Presiden pun tampak geram dan mengungkapkan kejengkelannya dalam Rapat Siang Paripurna 18 Juni 2020. Kata-katanya yang dilontarkan tegas dalam memberikan arahan hingga ancaman reshuffle.

Terkait hal itu, Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang menyebut pihaknya merespons positif rencana resuffle kabinet yang saat ini bergulir di tengah menghadapi ancaman krisis ekonomi sebagai dampak pandemi covid 19.

Baca Juga: Presiden Jokowi Ancam Reshuffle Lantaran Kesal Anggaran Belanja Belum Maksimal

Menurutnya ada Menteri yang lambat merespons dinamika yang terjadi di kalangan dunia usaha di masa pandemi Covid-19 ini.

"Kita menilai Menteri yang membidangi ekonomi ada yang cepat merespons, ada yang sedang dan ada yang lambat. Padahal saat Presiden Jokowi membentuk kabinet sosok menteri yang diharapkan adalah yang memiliki kemampuan manajerial dan cepat mengeksekusi program," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/7/2020).

Kemudian, lanjut dia saatnya Presiden Jokowi mengevaluasi kinerja para Menteri untuk selanjutnya melakukan resuffle dengan figur yang lebih mumpuni dan menguasai bidangnya serta cepat merespons situasi dan kondisi lapangan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement