JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN mengklaim pertumbuhan kredit akan tetap positif pada tahun ini. Hal ini sejalan dengan mulai naiknya permintaan kredit pemilikan rumah (KPR).
Baca Juga: Menko Luhut Minta Pejabat Beli Produk Lokal untuk Kebutuhan Pribadi
Direktur Utama BTN Pahala Mansury mengatakan, optimisme tersebut semakin naik setelah pemerintah mengucurkan dana Rp30 triliun ke perbankan BUMN atau Himbara. Adapun bank BTN nantinya akan mendapatkan Rp5 triliun.
"Kami di Bank BTN berkomitmen bahwa pada 2020 kredit kami tetap tumbuh positif," ujarnya dalam telekonferensi, Rabu (1/7/2020).
Baca Juga: Waspadai Informasi Hoaks Ajakan Penarikan Dana, OJK: Perbankan Aman
Menurut Pahala, perseroan memang fokus untuk memberikan dan menyalurkan kredit pada perumahan subdisi. Di sisi lain, perseroan juga tetap memberikan KPR non subsidi.
Apalagi, saat ini permintaan untuk KPR non subsidi cukup tinggi. Pada Juni lalu, permintaannya meningkat sekitar 30-40% dibandingkan bulan Mei 2020.
"Bagi kami untuk bisa tumbuh di luar KPR subsidi, KPR non subsidi pun kita lihat pada Juni demand-nya sampai 29 Juni lalu sudah lebih tinggi. Kurang lebih 30%-40% dibandingkan Mei," kata Pahala.
Pahala juga makin optimis mengingat saat ini kebijakan Pembatasan Sosial Berkala Besar (PSBB) sudah dilonggarkan. Pertumbuhan kredit diprediksi akan mulai tumbuh pada September.
"Kami optimis bahwa penyaluran kredit akan tumbuh sampai September dan akhir tahun nanti," kata Pahal