Industri Wisata Gunung Bromo Biasa Untung Rp596 Miliar, Kini Tiarap karena Covid-19

Avirista Midaada, Jurnalis · Kamis 02 Juli 2020 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 02 320 2239939 industri-wisata-gunung-bromo-biasa-untung-rp596-miliar-kini-tiarap-karena-covid-19-UoAoaTrFfw.jpg Wisata Gunung Bromo (Foto: Avirista)

MALANG – Selama penutupan hampir tiga bulan lebih kawasan wisata Gunung Bromo akibat pandemi corona, pengelola dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) memperkirakan terdapat kerugian cukup besar bagi masyarakat pelaku wisata.

Kepala Balai Besar TNBTS John Kenedie mengatakan, kerugian banyak diderita warga yang mengandalkan mata pencahariannya dari wisata.

Baca Juga: New Normal di Destinasi Wisata Indonesia, Kemenparekraf Tekankan Kebersihan hingga Keamanan

“Kalau hasil penghitungan kita, dari segi konservasi tidak terlalu (ada kerugian), tapi hasil masyarakat di sekitar taman nasional, home stay, hotel, asongan, kuda yang rugi,” tutur John Kenedie ditemui Okezone di kantornya, pada Kamis (2/7/2020).

Namun terkait nominal kerugian berapa, pihaknya belum melakukan perhitungan secara detail. Meski demikian bila perhitungan setahunnya keuntungan mencapai Rp596 miliar, maka tak kurang ratusan miliar pendapatan pelaku – pelaku wisata di TNBTS ‘menguap’.

“Kalau dari hasil perhitungan kita sekitar Rp596 miliar per tahun. Itu hasil dari datangnya wisatawan ke Bromo per tahun, tiga bulan ditutup, dibagi sendiri. Kalau masyarakat Tengger sekarang ini mereka bertani. Tapi yang pelaku wisata lain, hotel, jeep, kuda, itu sudah mulai berdampak,” jelasnya.

Baca Juga: Pulihkan Pariwisata New Normal, Berapa Dana Anggarannya? 

Bahkan dirinya tampak pesimis melihat capaian target pendapatan dari Balai Besar TNBTS selaku pengelola kawasan wisata Gunung Bromo yang dicanangkan tahun ini akan diraih.

“Kalau tahun lalu pendapatan kita Rp24 miliar, tahun ini 2020 target Rp16 miliar, tapi belum saya lihat, karena masih tutup lama, kemungkinan tipis tercapai,” keluhnya.

“Yang penting ada waktunya alam Bromo bernapas, dari sisi konservasinya. Kita cek semua, tanpa satu pun plastik,” pungkasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini