Lakukan Smart Farming, Milenial Harus Berkontribusi di Bisnis Pertanian

Natasha Oktalia, Jurnalis · Kamis 02 Juli 2020 13:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 02 320 2240000 lakukan-smart-farming-milenial-harus-berkontribusi-di-bisnis-pertanian-uPvrWRR4DX.jpg Pertanian (Shutterstock)

JAKARTA - Penggunaan smart farming sedang booming di generasi milenial. Apalagi, inovasi tersebut dapat meningkatkan produktivitas pertanian.

Terutama di Indonesia, sektor pertanian menjadi potensi terbesar di negeri agraris ini. Milenial pun terus tertantang untuk memajukan produksi pertanian apalagi di era industri 4.0.

 Baca juga: Jalankan Bisnis, Kamu Tipe Text Book atau Belajar dari Pengalaman?

Namun sayangnya, bertani tidak menjadi pilihan profesi bagi anak muda. Padahal, smart farming memerlukan penguasaan teknologi yang dipunyai oleh generasi milenial.

Mengutip Instagram BPPT_RI, Jakarta, Kamis (2/7/2020), generasi muda harus turut berkontribusi untuk meningkatkan produksi pertanian nasional. Di mana, dengan penggunaan big data, internet of things, sampai dengan Artifical Intelligence.

 Baca juga: Pekerja EO Beralih Jualan Buah, Untungnya Menggiurkan

Nah, dalam hal pertanian cerdas juga sudah banyak yang diterapkan. Mulai dari teknologi ex-vitro untuk perbanyakan bibit ikan Nila, hilirisasi produk Pati, hingga pencatatan ternak berbasis android.

BPPT mencontohkan budidaya Ikan Nila Salina. Ikan Nila Salina pada normalnya mampu toleransi terhadap salinitas tinggi 20-25 PPT serta memiliki laju pertumbuhan yang optimal dengan spesific growth rate 3,3-3,6% per hari serta tingkat kelangsungan hidup tinggi dengan SR 85%.

Tingkat produktivitas yang tinggi di lahan tambak mencapai 12-13 ton per hektare (ha). Selain itu memiliki kandungan protein tubuh yang tinggi 78% dalam berat kering dan kandungan asam lemak omega 3,6,9 dan EPA/DHA.

 Baca juga: Menggiurkan, Bisnis Ikan Cupang Raih Cuan Puluhan Juta Rupiah

Dengan hasil rekayasa tekonologi, Ikan Nila Salina tahan hidup pada salinitas tinggi 30-35 PPT. Memiliki cita rasa ikan laut dan nilai tambah serta harga jual tinggi.

Selain itu, produknya sebagai subtitusi fillet Ikan Kakap. Di mana, baik untuk konsumsi lokal maupun ekspor.

Maka dari itu, penerapan teknologi Industri 4.0 sangat baik untuk pertanian termasuk peternakan. Jadi, para milenial mari kita berinovasi dalam pengembangan pertanian.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini