Alasan Nasabah KSP Indosurya Tolak Proposal Perdamaian

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 02 Juli 2020 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 02 320 2240053 alasan-nasabah-ksp-indosurya-tolak-proposal-perdamaian-L4xFWvHHiI.jpg KSP Indosurya (Okezone)

JAKARTA - Sidang perkara Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, akhirnya ditunda. Penundaan lantaran pihak Indosurya akan membagikan proposal tawaran perdamaian kedua dengan lebih rinci, kepada kreditur.

Kuasa hukum nasabah KSP Indosurya Sukisari mengatakan pihaknya menolak proposal rencana perdamaian yang diberikan oleh pihak KSP. Pasalnya keberatan karena proposal tersebut ditawarkan tanpa adanya Rapat Anggota Tahunan (RAT) dalam internal KSP.

 Baca juga: Nasabah KSP Indosurya Gelar Demo, Ini Tuntutannya

Menurutnya dalam memutuskan keputusan dilandasi oleh hasil RAT. Ataupun dalam keadaan luar biasa seperti ini dilaksanakan dulu rapat anggota luar biasa.

"Jadi itu harus ada rapat anggota tahunan, apabila situasi luar biasa begini harusnya ada rapat luar biasanya. Maka itu apabila ajukan usulan perdamaian sama sekali belum ada rapatnya, kan tak ada legalitasnya nih," ujar dia kepada di PN Jakarta Pusat, Kamis (2/6/2020).

 Baca juga: Sidang PKPU KSP Indosurya Ditunda, Hakim: Akan ada Pembahasan Perdamaian

Kemudian, lanjut dia, kalau tidak ada keputusan dari RAT bagaimana bisa ajuan perdamaian ini dipercaya. Dirinya pun jaminan pengurus koperasi saja tidak cukup.

"Maka itu, apakah tanpa ada jaminan pengurus koperasi berani untuk bertanggung jawab pribadi untuk itu," jelas dia.

 Baca juga: PN Jakpus Gelar Sidang Kasus KSP Indosurya Gagal Bayar Nasabah Rp14 Triliun

Di sisi lain, dalam sidang kuasa hukum KSP Indosurya Ridzki Dwinanto memang mengakui bahwa proposal pengajuan perdamaian ini belum dibawa ke dalam RAT, hanya keputusan pengurus yang diinformasikan oleh pengurus koperasi.

"Kita setuju butuh persetujuan anggota, karena kita pengurus dalam situasi tak normal begini belum RAT, nanti akan diproses ke RAT. Namun proposal sudah dikonsultasikan ke financial advisor dan pengurus," tandas dia.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini