Bahas Relokasi Pabrik dari China, Menko Airlangga Panggil Erick Thohir

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 03 Juli 2020 15:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 03 320 2240711 bahas-relokasi-pabrik-dari-china-menko-airlangga-panggil-erick-thohir-ECWGmGJ3WT.jpg Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Okezone.com/Kemenko)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memanggil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan, pertemuan kali ini untuk membahas masalah ekonomi. Banyak hal yang akan dibicarakan untuk melakukan sinkronisasi semua pihak.

"Kami juga mempersiapkan fasilitas bagi investor khususnya untuk beberapa kawasan industri. Salah satunya yakni kawasan industri di Batang," ujar dia, Jumat (3/7/2020).

Baca Juga: Erick Thohir Antisipasi Perpindahan Pabrik China Cs ke Indonesia

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir menambahkan, Menko Perekonomian meminta waktu atau timeline berapa lama konsep pengembangan kawasan industri terpadu. Lalu seperti apa akan dibahas bersama Kepala BKPM, perwakilan Kemenhub, Kementerian PUPR dari PTPN III dan PP.

"Jadi kami akan mulai kawasan industri di batang itu apabila infastukturnya rapi terlebih dahulu," ungkap dia.

Baca Juga: Distribusi Logistik dari Kawasan Industri Batang ke Pelabuhan Tanjung Mas Cuma 50 Menit

Sebelumnya pemerintah siapkan 4.000 hektare(Ha) lahan untuk dikembangkan menjadi Kawasan Industri Terpadu (KIT), Jawa Tengah. yang akan menanamkan modal usahanya di KIT pun tak perlu membeli tanah.

Khusus untuk menarik investor lebih banyak, KIT Batang akan menerapkan konsep baru. Para investor tidak perlu membeli lahan. Mereka bisa menyewa dalam jangka waktu panjang dengan melakukan kerjasama dengan Holding Perkebunan yang dikoordinasikan PTPN III.

"Kita sekarang menyiapkan lahan 4.000 hektare untuk mengantisipasi perpindahan investasi yang keluar dari China, dari Jepang, Korea dan juga Amerika," ujar Erick Thohir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini