Distribusi Logistik dari Kawasan Industri Batang ke Pelabuhan Tanjung Mas Cuma 50 Menit

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 30 Juni 2020 19:49 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 320 2239068 distribusi-logistik-dari-kawasan-industri-batang-ke-pelabuhan-tanjung-mas-cuma-50-menit-EU8eYk2CXq.jpg Presiden Jokowi Kunjungi Kawasan Industri Batang. (Foto: Okezone.com/PTPP)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan ke Kawasan Industri Batang. Kawasan ini akan dikembangkan untuk mempromosikan ekonomi kreatif, industri, teknologi informasi serta ruang berinovasi bagi masyarakat.

Total luasan lahan yang akan dikembangkan sekira 4.300 hektar (Ha), di mana pada tahap pertama akan dikembangkan 450 ha. Kawasan yang terletak di koridor industri utara pulau Jawa akan mengusung konsep The Smart & Sustainable Industrial Estate. Di mana konsep smart tersebut memiliki tiga Basic Principles (Smart Society, Smart Environment & Infrastructure serta Smart Economy) dan dua Design Intervention (Smart Experience and Smart Planning).

Baca Juga: Menperin: Kawasan Industri Tetap Miliki Izin Operasional Meski Ada Covid-19

Dalam pengembangannya, PT PP (Persero) Tbk menjadi salah satu perusahaan yang akan mengembangkan konsep bisnis dan desainnya. Di mana perseroan telah melakukan penandatanganan MoU Kawasan Industri Batang. Penandatanganan MoU ini dilakukan antara PTPP dengan PT Kawasan Industri Wijayakusuma dan PT Perkebunan Nusantara IX (Persero).

“Kita lebih menata dari konsep bisnisnya kemudian desainnya dan bagaimana hal tersebut dapat menarik minat investor. Kita harus membuat diferensiasi dengan area industri yang lain karena area industri disini dan Indonesia cukup banyak. Kita juga harus menarik investor asing supaya mereka tidak pindah ke negara lain karena Indonesia punya kelebihan. Kita harus siap berkompetisi membuat diferensiasi,” ujar Direktur Utama PTPP Novel Arsyad, Selasa (30/6/2020).

Baca Juga: Ada Corona, Omzet IKM Sektor Makanan Turun hingga 90%

Menurutnya, dengan dibukanya Kawasan Industri Batang maka akan memudahkan pergerakan logistik dengan waktu tempuh 50 menit dari Kawasan industri menuju pelabuhan Tanjung Mas.

Selain itu, kawasan tersebut berpotensial menyerap sekitar 130.000 lapangan pekerjaan baru di tahap 1 ini di mana hal tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

"Kamis selalu mendukung setiap program yang dicanangkan oleh Pemerintah dalam rangka meningkatkan perekonomian Indonesia,” ujar Novel.

Sementara itu, khusus untuk menarik investor lebih banyak, KIT Batang akan menerapkan konsep baru. Para investor tidak perlu membeli lahan. Mereka bisa menyewa dalam jangka waktu panjang dengan melakukan kerjasama dengan Holding Perkebunan yang dikoordinasikan PTPN III.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini