Erick Thohir Antisipasi Perpindahan Pabrik China Cs ke Indonesia

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 02 Juli 2020 20:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 02 320 2240293 erick-thohir-antisipasi-perpindahan-pabrik-china-cs-ke-indonesia-jkOnAV1Wuh.jpg Kawasan Industri Terpadu Batang. (Foto: Okezone.com/KBUMN)

JAKARTA - Pemerintah siapkan 4.000 hektare (Ha) lahan menjadi Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah. Ini dilakukan sebagai persiapan bila terjadi relokasi pabrik besar-besaran dari China ke Indonesia.

"Kita sekarang menyiapkan lahan 4.000 hektare untuk mengantisipasi perpindahan investasi yang keluar dari China, dari Jepang, Korea dan juga Amerika," ujar Menteri BUMN Erick Thohir dalam diskusi virtual, Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Baca Juga: Distribusi Logistik dari Kawasan Industri Batang ke Pelabuhan Tanjung Mas Cuma 50 Menit

Menurut Erick, upaya ini juga sebagai langkah untuk membuka lapangan kerja baru. Untuk itu, KIT Batang dipersiapkan supaya banyak investasi yang masuk.

"Ada terobosan di sana seperti klaster, jadi investasi teknologi tinggi akan dapat kompensasi besar daripada misalnya mohon maaf industri sepatu. Jadi lahan di Batang juga free supaya kita kompetitif juga dengan negara-negara seperti Vietnam," katanya.

Baca Juga: Menperin: Kawasan Industri Tetap Miliki Izin Operasional Meski Ada Covid-19

Kawasan yang terletak di koridor industri utara pulau Jawa akan mengusung konsep The Smart & Sustainable Industrial Estate. Di mana konsep smart tersebut memiliki tiga Basic Principles (Smart Society, Smart Environment & Infrastructure serta Smart Economy) dan dua Design Intervention (Smart Experience and Smart Planning).

Keberadaan kawasan industri Batang diharapkan Jawa Tengah akan mampu memperbesar Upah Minimum Regional (UMR) yang masih tergolong rendah dan meningkatkan pemerataan kualitas sumber daya manusia.

Dukungan infrastruktur untuk kawasan tersebut juga sudah komplit karena terletak di sisi utara Tol Trans Jawa sudah disiapkan Jasa Marga dilalui jalur kereta api dan akan disiapkan oleh PT KAI untuk menjadi dry port, sedangkan PLN menyiapkan jaringan liatrik, saat ini PLTU Batang memiliki kapasitas 2x1.000 MW dan PLTS 50 MW.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini