Bangun Lumbung Pangan di Kalteng, Berapa Sih Anggarannya?

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 04 Juli 2020 09:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 04 320 2241046 bangun-lumbung-pangan-di-kalteng-berapa-sih-anggarannya-gB6bZnyGDe.jpg Uang Rupiah. Foto: Okezone

JAKARTA - Pemerintah bakal memulai menyiapkan Kalimantan Tengah sebagai lumbung pangan baru (food estate). Rencananya, lumbung pangan ini akan mulai diuji coba pada Oktober 2020 untuk lahan seluas 28.000 ha.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, anggaran untuk penggarapan lumbung pangan ini dikoordinasikan oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Meskipun begitu, masing-masing Kementerian juga sudah menyiapkan anggaran.

Baca Juga: Bangun Food Estate Tahap Pertama, Lahan 30.000 Ha Disiapkan

Menurut Basuki, untuk anggaran Kementerian PUPR sendiri mengalokasikan Rp49 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. Sedangkan untuk APBN 2020-2021, secara total Kementerian PUPR mengalokasikan Rp2,9 triliun.

Menurut Basuki, anggaran Rp49 miliar pada tahun ini untuk mendesain dari lumbung pangan tersebut. Anggaran tersebut berada dalam program kerja Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Sedangkan untuk anggaran Rp2,9 triliun akan digunakan untuk menggarap proyek 148.000 hektare. Anggaran tersebut akan digunakan untuk rehabilitasi jaringan irigasi.

"Nah untuk bisa merehabilitasi Rp2,9 triliun, sedangkan tahun ini Rp49 miliar untuk mendesain. Saya kira itu insyallah bisa dua tahun," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian PUPR, dikutip Sabtu (3/7/2020).

Baca Juga: Menko Airlangga Sebut Belanti Siam Bisa Jadi Pusat Ekonomi Kalteng

Sementara, Kementerian Pertanian akan mengeluarkan dana Rp180 miliar untuk pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan), sarana produksi (saprodi) seperti benih, pupuk dan pestisida dari APBN 2020. Sementara, untuk kebutuhan di tahun 2021-2022 membutuhkan anggaran Rp2,1 triliun.

“Pertanian itu kurang lebih Rp180 miliar itu terdiri dari alsintan dan saproldi, dan berbagai budidaya di sana itu di APBN 2020. Di 2021-2022 belum. Kira-kira dia akan masuk dari semuanya itu Rp2,1 triliun totally,” jelas Syahrul.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini