INDRAMAYU - Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, tengah mencari solusi untuk mengatasi persoalan anjloknya harga ikan laut. Terutama, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan Pasar Ikan di seluruh Indonesia.
Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, pandemi virus corona (Covid-19) menjadi faktor utama penyebab terjadinya penurunan harga ikan laut di TPI dan Pasar Ikan. Ia mencontohkan, di TPI Karangsong, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat saja, harga ikan laut anjlok mencapai 30%.
Baca juga: Menteri Edhy Pastikan Lapangan Kerja Baru untuk 14 ABK Long Xing 629
Angka tersebut ia peroleh setelah melakukan dialog langsung dengan para nelayan dalam kunjungan kerjanya di Pantai Karangsong, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (6/7/2020) malam.
"Dan yang paling penting juga adalah, harga-harga ikan yang tadinya normal, saat ini kondisi Covid-19 dianggap jatuh atau turun sampai 30%," kata Edhy kepada wartawan, Senin (6/7/2020) malam.
Baca juga: KKP Imbau Nelayan Waspada Penyebaran Virus Corona di Tempat Pelelangan Ikan
Edhy menambahkan, sekarang ini kebutuhan ikan di pasar dunia terus meningkat. Ia menilai hal tersebut bisa menjadi peluang yang sangat besar untuk mengekspor ikan dari Indonesia.
Bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, sambung Edy, kegiatan ekspor ikan di Indonesia mengalami peningkatan mencapai 10 persen. Kendati demikian, ia mengaku penyaluran ikan ke pasaran masih tersendat.
"Kita melihat kebutuhan ikan dunia terus meningkat. Ekspor ikan kita mencapai 10 persen bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelum Covid-19. Artinya ini peluang. Hanya saja, ikan yang ada belum sampai ke pasar dengan lancar. Kita akan cari jalan keluarnya, " ujar Edhy.
Baca juga: Kapal Asing Ilegal Asal Malaysia Ditangkap
Sementara itu, Kajidin, Ketua Serikat Nelayan Tradisional Indramayu berharap, agar Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo bisa segera mencari solusi untuk mengatasi anjloknya harga ikan laut.
Ia menjelaskan, ada beberapa jenis ikan laut di TPI Karangsong yang harganya turun hingga 50 persen. Seperti ikan Gulama dan Rajungan.
Kajidin menyebut, harga ikan Gulama yang sebelumnya berkisar antara Rp31 ribu perkilo, kini turun menjadi Rp14 ribu perkilo. Sedangkan, harga Rajungan yang tadinya Rp85 ribu sekarang turun sampai Rp45 ribu.
"Karena permintaan turun suka atau tidak, TPI-TPI tetap melelangkan ikan. Ikan ada dikita, dijual ke bakul. Bakulnya susah terjual. Numpuk di gudang," pungkas Kajidin.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.