Kapal Asing Ilegal Asal Malaysia Ditangkap

Vania Halim, Jurnalis · Minggu 15 Maret 2020 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 15 320 2183651 kapal-asing-ilegal-asal-malaysia-ditangkap-5WwLvjTtzn.jpeg Kapal Asing Ilegal asal Malaysia Ditangkap (Foto: Twitter KKP)

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengumumkan bahwa Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) menangkap satu kapal asing ilegal (KIA) asal Malaysia di Selat Malaka pada Jumat (13/3/2020). Kapal ini menggunakan alat penangkapan ikan trawl yang diawaki 5 orang awak kapal berkewarganegeraan Myanmar.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan penangkapan ini relatif berdekatan dengan penangkapan 1 KIA kemarin, KIA asal Malaysia juga berhasil dilumpuhkan.

Baca Juga: Marak Penangkapan Ikan dengan Bahan Peledak, Peredaran B2 Diperketat

"Dalam waktu yang relatif berdekatan dengan penangkapan 1 KIA kemarin, 1 kapal ikan asing ilegal asal Malaysia kembali dilumpuhkan aparat Ditjen PSDKP KKP pada 13 Maret 2020", Ungkap Menteri Edhy dikutip dari akun Kementerian Kelautan dan Perikanan di Twitter, Jakarta, Minggu (15/3/2020).

Kapal berbendera Malaysia berbendera Malaysia ini ditangkap oleh Kapal Pengawasan Perikanan Hiu o4, ketika melakukan kegiatan penangkapan ikan di WPP-NRI571-Selat Malaka.

"Kapal berbendera Malaysia dengan nama KM. PKFB 422 ditangkap oleh Kapal Pengawas Perikanan Hiu 04 ketika melakukan kegiatan penangkapan ikan di WPP-NRI 571 – Selat Malaka. Kapal tersebut ditangkap pada posisi 03°38.955’ Lintang Utara-100°15.021’ Bujur Timur," tulis akun Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Baca Juga: Satgas Anti-Pencurian Ikan Bentukan Susi Pudjiastuti Belum Bubar

Kapal asal Malaysia ini menggunakan alat penangkapan ikan trawl yang diawaki oleh 5 orang awak kapal berkewarganegaraan Myanmar. Kapal ini akan diperiksa dan diproses hukum lebih lanjut di Wilayah Kerja SDKP Kabupaten Karimun.

"Kapal yg beroperasi dengan menggunakan alat penangkapan ikan trawl tersebut diawaki oleh 5 orang awak kapal berkewarganegaraan Myanmar. Untuk kepentingan pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut kapal tersebut di ad hoc ke Wilayah Kerja SDKP Kabupaten Karimun,"tulis KKP di Twitter.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini