Cerita Petani Rugi Ratusan Juta akibat Sawah Kebanjiran

Sigit Dzakwan, Jurnalis · Rabu 08 Juli 2020 11:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 08 320 2242971 cerita-petani-rugi-ratusan-juta-akibat-sawah-kebanjiran-PodgKPmcWT.jpg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

PANGKALAN BUN - Hujan yang terus mengguyur kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah dalam dua pekan membuat petani rugi. Pasalnya, banjir merendam areal persawahan dan juga kebun komoditas lain.

Kondisi berimbas kepada para petani, salah satunya adalah petani daun bawang atau bawang prei yang puluhan hektare lahannya kebanjiran. Alhasil, para petani gagal panen dan merugi puluhan juta rupiah bahkan bisa mencapai ratusan juta.

Baca Juga: Petani Milenial Sukses Kembangkan Bisnis, Dulu 2 Ha Kini Miliki Lahan 400 Ha

Gagal panen dialami salah satu petani bernama Sampe. Seorang transmigran yang kini tinggal di Desa Kumpai Batu Bawah, Kecamatan Arut Selatan harus menelan kerugian. Sebab puluhan hektare lahan miliknya yang ditanam daun bawang atau bawang prei dalam kondisi kebanjiran sudah dua pekan terakhir.

Hal ini berimbas kepada hasil panen bawang prei yang tak bisa dilakukan dengan sempurna. Mengingat bawang peri yang kebanjiran tidak akan bisa berkembang dengan baik dan terancam mati.

Setelah puluhan tahun merantau di Kotawaringin Barat, dirinya selalu menanam komoditas yang berganti ganti. Kadang menanam padi dan juga sayur sayuran. Tahun ini dia menjerit lantaran jutaan batang daun bawang yang ditanam sebulan lalu tak bisa dipanen.

Baca Juga: Apa Sih Bedanya Benih dan Bibit?

Total daun bawang yang dia tanam jika kondisi normal bisa mencapai 5 ton atau 5.000 kilogram. Kerugian selain gagal panen adalah selama pandemi covid-19 harga jual ke tengkulak anjlok drastis. Saat kondisi normal harga jual ke tengkulak bisa mencapai Rp50.000 per kilogram. Namun selama pandemi hanya dibeli Rp20.000 per kilogram.

Meski belum waktunya dipanen, sebagian petani terpaksa memanen dini bawang prey untuk menekan kerugian yang lebih banyak. Dalam kurun waktu dua pekan belakangan ini petani rugi mencapai ratusan juta rupiah. Para petani berharap kepada pemerintah terkait agar memperhatikan petani, karena ekonomi warga yang berada desa kumpai batu bawah ini rata-rata dari bertani bawang prey ini.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini