Petani Milenial Sukses Kembangkan Bisnis, Dulu 2 Ha Kini Miliki Lahan 400 Ha

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 16 Juni 2020 16:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 320 2231020 petani-milenial-sukses-kembangkan-bisnis-dulu-2-ha-kini-miliki-lahan-400-ha-b53tB7H8Sb.jpg Ilustrasi Lahan. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Bermodal dua hektar, tak menyurutkan niat Rio Erlangga (35) untuk memutuskan berpindah haluan dari pegawai kantoran menjadi seorang petani pada 2016 lalu. Terhitung, pada 2020 dia telah memiliki aset ratusan hektar perkebunan yang tersebar di Cianjur, Purwakarta dan Bandung , Jawa Barat.

“Dulu saya cuma punya 2 hektar. Pertama kali mulai. Terus nambah lagi, sekarang kurang lebih ada 200 hektaran,” kata Rio kepada Okezone, Selasa (16/6/2020).

 Baca juga: Pelajaran Bisnis Karaoke dari Inul Daratista, Ide Dicontek Itu Hal Biasa

Seiring meningkatnya aset yang dimiliki, lanjut dia, karyawan yang dimilikinya pun terus bertambah. Sebab, untuk mendukung produksi hasil pertanian yang banyak, maka dibutuhkan juga sumber daya manusia. Sehingga, perusahaannya selalu bisa meningkatkan permintaan pasar yang terus meningkat setiap harinya.

“Karyawan nambah terus karena bisnisnya tumbuh,” ujarnya.

Baca juga: Terpuruk Imbas Covid-19, UMKM Cobalah Lakukan Hal Ini untuk Bangkit

Dia memilih untuk fokus di bidang pertanian seperti lemon dan jahe, karena melihat kebutuhan buat itu kian diminati masyarakat Indonesia. Dirinya dahulu pernah mencoba jenis usaha di bidang sayur-sayuran, namun melihat perkembangan pasar ternyata lebih baik serius di bidang buah-buahan.

Kini, hasil usahanya pun telah menyebar ke seluruh toko konvensional di Tanah Air. Tak hanya fokus untuk pendistribusian ke toko-toko, dirinya juga merambah ke pasar daring.

rupiah

“Ternyata main di buah-buahan lebih bagus. Fokus sampai hari ini di buah-buahan,” katanya.

Ia menyebut salah satu kunci sukses dalam menjalani usaha adalah fokus di satu bidang dan harus mempunyai tim yang solid. Sehingga, bila di tengah jalan mengalami sebuah jalanan yang terjal, maka bisa menemukan sebuah solusi yang terbaik untuk sebuah perusahaan.

“Mental kita juga harus siap. Kalau enggak siap mental, sudah pasti kita setop di tengah jalan. Semua permasalahan kita hadapi, harus mempunyai tim yang solid. Tim harus solid. Kemudian kita harus fokus dan konsisten,” katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini