Setelah puluhan tahun merantau di Kotawaringin Barat, dirinya selalu menanam komoditas yang berganti ganti. Kadang menanam padi dan juga sayur sayuran. Tahun ini dia menjerit lantaran jutaan batang daun bawang yang ditanam sebulan lalu tak bisa dipanen.
Baca Juga: Apa Sih Bedanya Benih dan Bibit?
Total daun bawang yang dia tanam jika kondisi normal bisa mencapai 5 ton atau 5.000 kilogram. Kerugian selain gagal panen adalah selama pandemi covid-19 harga jual ke tengkulak anjlok drastis. Saat kondisi normal harga jual ke tengkulak bisa mencapai Rp50.000 per kilogram. Namun selama pandemi hanya dibeli Rp20.000 per kilogram.
Meski belum waktunya dipanen, sebagian petani terpaksa memanen dini bawang prey untuk menekan kerugian yang lebih banyak. Dalam kurun waktu dua pekan belakangan ini petani rugi mencapai ratusan juta rupiah. Para petani berharap kepada pemerintah terkait agar memperhatikan petani, karena ekonomi warga yang berada desa kumpai batu bawah ini rata-rata dari bertani bawang prey ini.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)