Terungkap Fakta, 42 Bank di Indonesia Berstatus Kepemilikan Asing

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 09 Juli 2020 19:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 09 320 2243923 terungkap-fakta-42-bank-di-indonesia-berstatus-kepemilikan-asing-58TbzDGOKh.jpg 42 Bank Umum di Indonesia Dimiliki Asing. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Industri perbankan Tanah Air tengah menjadi sorotan, di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya, ada isu bahwa sekira 42 bank di Indonesia saat ini dimiliki investor asing.

Chairman Infobank Institute Eko B Supriyanto mengatakan, jika kepemilikan saham pihak asing di suatu bank harus bertambah, asalkan kinerja bank bisa terangkat dan kembali kencang dengan setoran modal.

Baca Juga: Bos-Bos Bank BUMN dan Swasta Kumpul di Lapangan Banteng, Ada Apa?

"Setor modal bagi bank adalah harus. Kita harus menghargai pemilik bank yang rajin setor modal, selain memperkuat bank, tapi sekaligus menunjukan komitmen dalam membesarkan bank, karena bank itu bisnis jangka panjang yang padat modal,” ujar Eko di Jakarta, Kamis (8/7/2020)

Eko menyebutkan, bahwa bank asing sendiri telah ada sejak sebelum kemerdekaan Indonesia, atau tepatnya sejak tahun 1746 disebut De Bank Van Leening. Hingga saat ini, total ada 42 Bank Umum di Indonesia yang dalam status kepemilikan asing.

Dari jumlah tersebut, bank dalam kepemilikan asing yang asetnya diatas Rp100 triliun diantaranya, Bank Danamon, CIMB Niaga, Maybank Indonesia, OCBC NISP, UOB Indonesia, Permatabank, dan MUFG Bank. "Porsi kepemilikan tidak menjadi masalah, yang penting kontribusinya kepada perekonomian Indonesia, menjalankan fungsi intermediasi agar dunia usaha berjalan sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan pada akhirnya pajak meningkat," jelasnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Pakai Face Shield saat Dengar Catatan DPR soal RAPBN 2021

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK, Anung Herlianto pun mengungkapkan, peran serta komitmen kepemilikan modal perbankan nasional sangat dibutuhkan guna menjaga sustainabilitas atau keberlangsungan kinerja bank ditengah tekanan pandemi covid-19. Menurutnya, ditengah kondisi saat ini, pemilik modal harus senantiasa berkomitmen menjaga kesehatan bank, tak peduli dari asing maupun dalam negeri.

“Kita memonitori dua risiko ini saja risiko likuditias risiko kredit dan bantalan yang cukup memadai dari sisi car. Oleh karena itu, peran kepemilikan modal sangat diperlukan dalam kondisi krisis saat ini,”tandasnya.

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini