Share

Munculnya Bisnis Rumahan Jadi Bibit Ekonomi di Masa Covid-19

Aditya Pratama, iNews · Sabtu 11 Juli 2020 13:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 11 320 2244804 munculnya-bisnis-rumahan-jadi-bibit-ekonomi-di-masa-covid-19-v6ZYHhMT6N.jpg Ilustrasi Bisnis Rumahan (Okezone)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 memunculkan banyak bisnis rumahan di masyarakat. Produk yang dijual pun beragam, mulai dari kopi dalam kemasan literan hingga makanan beku yang dijual dengan memanfaatkan media sosial.

Namun, Pengamat Bisnis, Kafi Kurnia mengatakan, bisnis yang kental dengan kearifan lokal ini menyisakan dari segi kualitas yang belum adanya jaminan mengenai hal tersebut. Sehingga dapat membantu dari segi penjualan ke depannya, dan dia merasa pemerintah perlu turut serta membantu.

 Baca juga: Ada Peluang Besar, UMKM Harus Manfaatkan Platform Digital

"Ini kan bibit (seed) ekonomi di masa susah, mungkin yang harus dilakukan pemerintah adalah bagaimana caranya untuk memanfaatkan seed yang berasal dari kearifan lokal ini untuk menjadi empowernent economy on the next lead, mungkin itu salah satu caranya," ujar Kafi dalam diskusi daring, Sabtu (11/7/2020).

Dia mencontohkan, seperti inovasi yang dilakukan di Jepang, di mana ada sekolompok masyarakat yang membuat ide dapur bersama, dengan cara memfasilitasi banyak kafe dan restoran besar yang tutup lalu dijadikan dapur bersama, sehingga perusahaan-perusahaan kecil menitipkan produknya.

 Baca juga: Baca Dulu, Ini Standardisasi dan Sertifikasi Gratis bagi Produk KUMKM

"Saya melihat dan mendengar Gojek membuat project serupa, mereka menamakan cloud kitchen, dimana satu tempat kemudian pengusaha-pengusaha itu tanpa harus membuka kitchen tanpa harus modal besar bisa menitipkan produknya disana, nanti Gojek/Go Food menyediakan jasa pemesanan dan pengiriman, dan dapurnya dishare," kata dia.

Kafi berpendapat, dengan adanya kegiatan-kegiatan bisnis yang menitikberatkan pada kearifan lokal bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

 Baca juga: Jatuh Bangun UMKM, 3 Bulan Berhenti Produksi Kini Mulai Jualan Lagi

"Yang sangat menarik kita adalah negara yang sangat Bhineka Tunggal Ika, jadi kearifan lokal sangat banyak sekali dan itu yang menyebabkan sulit karena budayanya beda sehingga setiap daerah punya ciri khas," ucap Kafi.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini