150.000 Peserta Ikuti SKD CPNS Sekolah Kedinasan, BKN Ingatkan Hal Ini

Natasha Oktalia, Jurnalis · Senin 13 Juli 2020 09:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 13 320 2245376 150-000-peserta-ikuti-skd-cpns-sekolah-kedinasan-bkn-ingatkan-hal-ini-RZhM43mHm9.jpeg Ilustrasi PNS (Foto: Okezone)

JAKARTA - Seleksi kompetensi dasar (SKD) sekolah kedinasan digelar hari ini. Ada 49 lokasi SKD yang menggelar SKD tersebut.

Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana mengingatkan kepada para peserta yang mengikuti tes untuk patuh pada protokol kesehatan yang sudah ditetakan.

“Tetap taati protokol kesehatan untuk para peserta SKD Sekolah Tinggi Intelijen Negara,” kata dia dalam Twitter BKN, Senin (13/7/2020).

Seperti diketahui pendaftaran sekolah kedinasan sudah dibuka sejak tanggal 8 hingga 26 Juni. Sebanyak 160.189 pelamar menuntaskan proses pendaftaran seleksi sekolah kedinasan. Diperkirakan sekitar 150 ribuan peserta akan mengikuti SKD CPNS sekolah kedinasan.

Baca Juga: Pengumuman, SKD CPNS Sekolah Kedinasan Digelar 13 Juli 

Untuk memastikan SKD berjalan lancar dan aman dari covid, BKN telah menerbitkan surat edaran (SE) terkait prosedur pelaksanaan SKD. SE Kepala BKN ini menjadi pedoman bagi pejabat pembina kepegawaian (PPK), khususnya bagi instansi penyelenggara sekolah kedinasan.

Beberapa ketentuan yang diatur dalam SE tersebut antara lain panitia seleksi yang ditugaskan harus dalam kondisi sehat. Lalu setiap lokasi seleksi diharuskan membentuk tim kesehatan. Kemudian pengukuran suhu dan kondisi kesehatan peserta sebelum memasuki ruangan ujian.

Penggunaan masker yang menutupi hidung, mulut hingga dagu baik bagi panitia dan peserta dan direkomendasikan menggunakan pelindung wajah ( faceshield). Memastikan sarana prasarana di titik lokasi memenuhi standar protokol kesehatan dan pencegahan covid-19.

Baca Juga: Lolos Tahapan SKD, 150.000 Pelamar Berebut Jadi CPNS Sekolah Kedinasan 

Dalam SE tersebut juga meminta agar peserta melakukan karantina diri sebelum mengikuti SKD sesuai jadwal. Termasuk juga menjaga kesehatan agar berada dalam kondisi prima ketika mengikuti ujian. Peserta juga wajib hadir paling lambat 60 menit sebelum seleksi dimulai, membawa alat tulis pribadi.

Untuk orangtua atau pengantar dilarang masuk dan menunggu di dalam area seleksi. Hal ini untuk menghindari terjadinya kerumunan. Pengantar peserta harus berhenti di drop zone yang sudah ditentukan. Dalam hal ini, BKN akan dibantu pihak Kepolisian yang ditugaskan untuk memastikan tidak ada kerumunan pengantar dan peserta di sekitar lokasi seleksi.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini