Indeks Dolar Melemah karena Hubungan AS-China 'Memanas'

Natasha Oktalia, Jurnalis · Selasa 14 Juli 2020 08:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 14 278 2245967 indeks-dolar-melemah-karena-hubungan-as-china-memanas-CFPnRe0iMt.jpg Dolar AS (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA – Indeks dolar AS melemah terhadap sebagian mata uang dunia pada perdagangan kemarin. Dolar melemah karena kekhawatiran baru tentang ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Cina dan meningkatnya kasus virus corona.

Euro mempertahankan keuntungan terhadap greenback dan pound karena investor menunggu data tentang sentimen investor Jerman untuk mengukur laju pemulihan Eropa dari krisis kesehatan.

Perdagangan mata uang telah menipis karena meningkatnya kasus corona virus baru-baru ini telah menyebabkan beberapa daerah menempatkan pembatasan baru pada aktivitas bisnis.

Baca juga: Dolar Menguat Ambil Untung dari Wall Street yang Bergerak Mixed

Pasar sekarang menghadapi ancaman tambahan dari balas dendam antara Washington dan Beijing atas akses ke pasar keuangan AS, kebebasan sipil di Hong Kong, dan klaim teritorial di Laut Cina Selatan.

"Fokusnya telah bergeser ke apakah penguncian coronavirus putaran berikutnya akan cukup besar untuk merusak pertumbuhan ekonomi," kata Junichi Ishikawa, ahli strategi valuta asing senior di IG Securities, dilansir dari Reuters, Selasa (14/7/2020).

“Masalah Hong Kong berpotensi menyebabkan gesekan perdagangan baru. Perkembangan negatif di kedua sisi dapat menyebabkan saham lebih rendah, dan mendorong beberapa arus safe-haven ke dolar dan yen," imbuhnya.

Baca juga: Dolar Ditutup Menguat saat Lonjakan Kasus Baru Covid-19 di AS

Amerika Serikat dan China melakukan pertempuran diplomatik di beberapa bidang yang berpotensi mengganggu pasar keuangan. Administrasi Presiden AS Donald Trump berencana untuk segera membatalkan perjanjian 2013 antara AS dan otoritas audit China, seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri mengatakan kepada Reuters.

Langkah ini dapat menandakan tindakan keras yang lebih luas terhadap perusahaan China yang terdaftar di pasar saham AS yang dikecam karena menghindari aturan pengungkapan AS.

Selain itu, Amerika Serikat telah memperkuat sikapnya terhadap klaim China di Laut Cina Selatan dan sedang mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri status hukum khusus Hong Kong sebagai protes terhadap hukum keamanan Beijing untuk bekas jajahan Inggris itu.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini