JAKARTA- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani buka suara mengenai penutupan perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) baru. Dalam hal ini Sri Mulyani ingin memperbaiki sistem STAN agar pendaftaran ini agar tidak menularkan virus corona (Covid-19) yang masih terjadi.
Hal ini seiring aturan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang melakukan moratorium atau pemberhentian sementara perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) baru. Selain itu, mahasiswa STAN untuk lima tahun ke depan tidak akan ada rekrutmen.
"Tahun ini kan kita dihadapi covid-19 dan rekrutmen 150 ribu yang biasa kita lakukan adalah memperbaiki agar tidak terlalu dilakukan banyak yang masuk pendaftarannya agar tidak menyebarkan virus corona (Covid-19)," ujar Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/7/2020).
Baca Juga: Sri Mulyani Lakukan Moratorium CPNS Kemenkeu, Bagaimana Nasib Lulusan STAN?
Menurut Sri Mulyani, adanya covid-19 memang membuat perubahan pada pendaftaran pada STAN. Adapun yang selama ini STAN menghasilakn jajaran bersifat administrator ini agar lebih diisi konten intelektual dan kebijakan yang lebih tinggi.
"Jadi kita ingin memperbaiki pada kurikulum yang biasanya masalah dan policy pengakuan di bidang keuangan negara," katanya.
Dia pun meminta tim untuk melakukan perbaikan untuk kurikulum serta jajaran staf agar bisa menghadapai tantangan ekonomi yang saat ini cukup berat. "Jadi kami ingin mereka bisa update untuk tantangan ekonomi saat ini," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.