Jangan Memulai Bisnis Kalau Belum Tahu Hal Ini

Safira Fitri, Jurnalis · Kamis 16 Juli 2020 11:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 16 320 2247240 jangan-memulai-bisnis-kalau-belum-tahu-hal-ini-vFo9SjCH6t.jpeg Ilustrasi Tips Memulai Bisnis (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Akhir-akhir ini mulai banyak bermunculan bisnis baru yang bergerak di bidang teknologi. Bisnis ini lebih dikenal dengan istilah start up bagi bisnis atau usaha yang baru berjalan.

Pengaruh dari pengguna internet yang semakin bertambah juga menjadi salah satu faktor penyebab bisnis start up saat ini di Indonesia melonjak naik dan berkembang dengan baik.

Dikutip dari Buku "Kenali Lebih dekat Angel Investor dan persiapkan Startup Anda Menuju Sukses" oleh Buddy Setianto, pesatnya pertumbuhan startup digital ini menjadi cerminan prospek yang cerah. Saat ini, jumlah startup Indonesia sudah melebihi 1,500 yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah startup terbanyak di dunia.

Baca juga: Mau Buka Usaha Studio Foto? Begini Hitungan Untung Ruginya

Namun, tidak sedikit pula yang gagal dalam memulai bisnis baru. Oleh karena itu, sebaiknya langkah pertama yang harus diketahui adalah mengenali diri sendiri, apakah sudah siap untuk berwirausaha sekarang atau harus menunda sebentar?

Berikut yang perlu dipelajari terlebih dahulu:

1. Kepribadian Wirausaha

2. Maju dengan semangat yang maksimal

3. Ukurlah kekuatan dan kemalahan anda

Lalu, langkah-langkah berikut yang dapat membantu:

1. Buat resume pribadi

2. Analisis atribut pribadi anda

3. Analisis atribut profesional anda

4. Kejar cita-cita anda

Baca juga: 5 Persiapan yang Harus Diketahui Sebelum Memulai Usaha Baru

Yang terakhir harus lebih dimantapkan adalah, saat menetapkan sasaran, fokuskan pada kualitas berikut:

1. Spesifik

Pengusaha memiliki peluang yang lebih baik untuk mencapai tujuan jika spesifik.

2. Optimisme

Terapkan semangat yang positif ketika menetapkan tujuan.

3. Realistis

Mulailah dengan langkah-langkah kecil, seperti meningkatkan penghasilan bulanan 25% dari nilai tersebut.

4. Tujuan jangka pendek dan panjang

Tujuan jangka pendek dapat dicapai dalam periode beberapa minggu hingga satu tahun. Tujuan jangka panjang bisa selama lima, sepuluh atau bahkan 20 tahun; dan harus secara substansial lebih besar daripada tujuan jangka pendek.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini