Lido Bogor Bakal Jadi KEK Pariwisata Pertama di Jabar

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 16 Juli 2020 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 16 320 2247496 lido-bogor-bakal-jadi-kek-pariwisata-pertama-di-jabar-9C46JCzmKa.jpg Lido Bogor Bakal Jadi KEK Pariwisata Pertama di Jabar (Foto: Pemprov Jabar)

BOGOR - Dengan investasi sebesar Rp38 triliun, kawasan wisata Lido di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor bakal berkembang menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Dan ini menjadi yang pertama di Jabar.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil meyakiji KEK Pariwisata Lido bakal mendongkrak pariwisata Jabar terutama di wilayah Kabupaten Bogor dan sebagian Kabupaten Sukabumi.

"Nilai investasinya Rp38 triliun, semoga menjadi KEK wisata pertama di Jabar yang sedang kita dorong agar disetujui (pemerintah) pusat," katanya seperti dilansir keterangan resmi Pemprov Jabar, Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Baca Juga: Buka KEK Batang, Jokowi Kunjungi Pabrik Piano 

Dia menambahkan, KEK Pariwisata Lido bisa menjadi area wisata komprehensif pertama di Jabar yang berada dalam satu kawasan. Dengan begitu, salah satu keunggulannya adalah devisa dari luar negeri datang lebih cepat dan mudah.

"Pariwisata Jabar indah, hanya belum ada yang sifatnya komprehensif karena itu kita mengajak investor untuk membangun pariwisata yang skala komprehensif," ujar Kang Emil.

"Ternyata di Lido ini punya lahan lebih dari seribu hektar dan komprehensif. Segala macam (kebutuhan) ada dan ketika disetujui jadi KEK, devisa akan datang lebih cepat dan mudah serta kita juga bisa menghemat devisa keluar karena semuanya dibelanjakan di dalam negeri," tuturnya.

KEK Pariwisata Lido bakal menyerap tenaga kerja sekitar 25 ribu orang hingga 2038.

"PAD (Pendapatan Asli Daerah) juga akan meningkat. Dan yang terpenting pertumbuhan ekonomi kita akan naik oleh kehadiran hanya di satu titik (Lido) ini saja," ucapnya.

Baca Juga: Pelaku Usaha di KEK Bisa Bebas Pajak dan atau Retribusi Daerah 

Dirinya menambahkan, Pemda Provinsi Jabar optimistis bahwa KEK Pariwisata Lido akan disetujui oleh pemerintah pusat karena eluruh persyaratan administrasi sebagai KEK sudah dipenuhi.

"KEK wisata itu syaratnya minimal punya lahan 250 hektar, ini sudah lebih dari seribu. Kemudian ada 18 persyaratan administrasi KEK yang sudah dipenuhi, saya kira ini menunjukkan keseriusan dari MNC Land agar (Lido) diberikan status KEK," kata Kang Emil.

"Jadi intinya pemerintah provinsi akan (berupaya) mendorong, karena keputusannya tetap ada di pemerintah pusat," ucapnya

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini