Harga Sempat Melambung, Simak Cara Menanam Jahe di Rumah

Natasha Oktalia, Jurnalis · Jum'at 17 Juli 2020 21:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 17 320 2247972 harga-sempat-melambung-simak-cara-menanam-jahe-di-rumah-x1NKxugepN.jpg Manfaat dan Khasiat Jahe. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Jahe menjadi komoditas yang banyak dicari saat ini. Salah satu rempah Indonesia ini dianggap memiliki manfaat dan khasiat luar biasa untuk kesehatan terutama meningkatkan imunitas tubuh untuk menghadapi serangan virus corona atau Covid-19.

Karena manfaat tersebut, harga jahe pun sempat meroket tajam karena tingginya permintaan yang tidak diimbangi dengan pasokan yang memadai. Harga jahe menyentuh harga Rp75.000 per kilogram (Kg) dari harga Rp15.000 per kg.

Baca Juga: Setelah Jamur Enoki dan Benih Sawi Putih Berbakteri, RI Perketat Pengawasan

Oleh karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) pun membagikan cara supaya masyarakat bisa menanam jahe di rumah. Di antaranya memilih bibit supaya hasil panennya nanti menjanjikan jahe yang berkualitas.

Jahe

"Nah SobaTani, dalam kondisi seperti ini sebaiknya kita menanam komoditas seperti ini. Engga usah bingung bagaimana caranya, MinTani punya tips jitu nih bagaimana caranya memilih dan membuat bibit jahe sendiri agar hasilnya menjanjikan saat panen nanti. Disimak baik-baik ya tipsnya SobaTani!" tulis Instagram @kementerianpertanian, Jakarta, Jumat (17/7/2020).

Baca Juga: Mengandung Bakteri, 1,5 Ton Benih Sawi Putih Asal Korsel Dimusnahkan

Tips pertama, pastikan untuk memilih bibit dari varietas yang akan dibudidayakan. Kemudian atau yang kedua, pastikan bibit berasal dari tanaman jahe yang sehat dan tua dengan kisaran usia 10-12 bulan.

Ketiga, bibit jahe yang akan digunakan berasal dari rumpun yang pertumbuhannya normal, kekar serta bebas dari gangguan hama dan penyakit. Agar jahe bisa berkembang dengan baik dan sehat.

Yang terakhir, rimpang jahe yang sehat memiliki ciri-ciri seperti rimpang mulus, tidak ada bagian yang busuk, berwarna mengkilat dan tentunya harus bebas dari penyakit.

Jahe merupakan tanaman berbatang yang memiliki nama ilmiah Zingiber Officinale. Tanaman jahe diperbanyak secara vegetatif menggunakan rimpang melalui tunas-tunasnya.

Sebelumnya, Guru Besar Biologi Molekuler Universitas Airlangga (Unair) Chaerul Anwa Nidom, penangkal virus korona berasal dari tumbuhan yang mengandung kurkumin. Di mana tumbuhan yang mengandung kurkuma tersebut cukup mudah ditemukan.

"Tumbuhan ini juga biasa dimanfaatkan untuk bumbu masakan. Yang pasti, tumbuhan-tumbuhan asli Indonesia ini bagus untuk kesehatan tubuh," tulis Kementan.

Tumbuhan yang mengandung kurkumin atau kurkuma cukup mudah ditemukan,berikut tanaman yang bisa mencegah virus korona.

Jahe memiliki kandungan senyawai kimia zingirona, gingerol, dan zingiberol. Kandungan ini dapat mengatasi batuk, membangkitkan nafsu makan, mengatasi mulas, perut kembung, obat gatal, dan salesma.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini