Setelah Jamur Enoki dan Benih Sawi Putih Berbakteri, RI Perketat Pengawasan

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 17 Juli 2020 14:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 17 320 2247940 setelah-jamur-enoki-dan-benih-sawi-putih-berbakteri-ri-perketat-pengawasan-JmxsCsGf3h.jpeg Jamur Enoki (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Pertanian meningkatkan pengawasan komoditas impor dan ekspor. Hal ini sejalan dengan temuan Karantina Pertanian Surabaya terhadap 1,5 ton benih sawi putih asal Korea Selatan. Sebelumnya, Kementan juga memusnahkan jamur enoki yang mengandung bakteri listeria monocytogenes.

Pemusnahan dilakukan karena benih sawi putih senilai Rp1,2 miliar tersebut mengandung bakteri kategori golongan A1 atau belum ditemukan di Indonesia. Berdasarkan hasil pengujian Laboratorium Karantina Pertanian Surabaya bakteri yang ditemukan adalah Pseudomonas viridiflava kategori golongan A1 dan Pseudomonas chicorii golongan A2.

Baca Juga: Mengandung Bakteri, 1,5 Ton Benih Sawi Putih Asal Korsel Dimusnahkan

Kepala Karantina Pertanian Surabaya Musyaffak Fauzi sejalan dengan meningkatnya arus lalulintas komoditas pertanian baik hewan, tumbuhan dan produknya, unit pelaksana karantina pertanian yang berada 509 titik diseluruh tanah air melakukan peningkatan pengawasan baik untuk ekspor, impor dan antar area.

Hal ini agar dapat memastikan keamanan dan mengendalikan mutu pangan serta pakan asal produk pertanian.

"Tidak hanya secara jumlah ketersediaan pangan juga pakan asal produk pertanian ini cukup, namun juga harus sehat, aman dan layak untuk di konsumsi," kata Kepala Barantan Ali Jamil dalam keterangan tertulis, Jumat (17/7/2020).

Baca Juga: Ingat Ya, Bakteri Listeria di Jamur Enoki Bisa Mati pada Suhu 75 Derajat 

Untuk itu pihaknya melakukan penguatan sistem perkarantinaan meningkatkan kompetensi SDM, sarana dan prasarana laboratorium, kerjasama pengawasan dengan TNI, Polri serta instansi terkait. Dan juga tidak kalah pentingnya adalah mengajak serta masyarakat untuk berpartisipasi.

Pemusnahan komoditas asal Korsel ini dilakukan di PT. KSI Kediri ini dengan cara di bakar. Turut hadir sebagai saksi pemusnahan yang disaksikan adalah Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Kediri, Kepala Seksi Intelejen dan Penindakan Bea Cukai Kediri, Kepolisian Sektor Wates, Komando Distrik Militer Wates, dan Pimpinan PT KSI sebagai pemilik barang.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan pangan meminta peredaran jamur Enoki asal Korea Selatan dihentikan. Sebab, dapat menyebabkan suatu penyakit.

Jamur tersebut menyebabkan penyakit listeriosis yang mempunyai konsekuensi sakit hingga meninggal dunia, utamanya pada golongan rentan, balita, ibu hamil dan manula.

Larangan itu dikeluarkan setelah Badan Ketahanan Pangan mendapat informasi dari International Food Safety Authority Network (INFOSAN) yang merupakan jaringan otoritas keamanan pangan internasional di bawah FAO/WHO. Melalui Indonesia Rapid Alert System for Food and Feed (INRASFF) nomor IN.DS.2020.09.02 tanggal 15 April 2020 terkait Kejadian Luar Biasa (KLB) pada Bulan Maret-April 2020 di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia akibat mengkonsumsi jamur enoki asal Korea Selatan yang tercemar bakteri Listeria monocytogenes.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini