Perbankan Disebut Jadi Tulang Punggung Recovery Ekonomi Indonesia

Fadel Prayoga, Jurnalis · Sabtu 18 Juli 2020 11:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 18 20 2248369 perbankan-disebut-jadi-tulang-punggung-recovery-ekonomi-indonesia-xTbx54Es1S.jpg Peran Perbankan dalam Pemulihan Ekonomi RI Akibat Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Perbankan Indonesia harus mampu ke luar dari krisis akibat dampak pandemi virus corona atau Covid-19. Sebab sektor ini dinilai menjadi salah satu tumpuan pemerintah dalam menumbuhkan perekonomian.

“Pesan utamanya situasi yang berat saat ini itu sangat mempengaruhi kehidupan kita. Perbankan yang menjadi tulang punggung merecovery ekonomi,” kata Anggota Komisi XI DPR Misbakhun dalam diskusi virtual, Jumat (17/7/2020).

Menurut dia, selama ini para debitur yang menjalankan sektor riil dan kegiatan usaha dibiayai oleh perbankan mengalami penurunan pemasukan. Pandemi ini membuat seluruh pebisnis banyak menelan kerugian dan akhirnya itu akan berdampak kepada sektor perbankan.

Baca Juga: 5 Saran BI Pulihkan Ekonomi Indonesia, Taati Protokol Covid-19

"Perbankan ini sebagai lembaga intermediasi tentu mempunyai permasalahan yang harus diselesaikan yaitu bagaimana melakukan upaya pembayaran dana pihak ketiga yang selama ini menjadi penopang," ujarnya.

Dia menyebut, bila uang yang berada di dalam bank, maka mereka tidak akan bisa menghasilkan keuntungan dari sebuah kegiatan perekonomian. Untuk itu, pemerintah harus memperhatikan kalangan pengusaha agar tetap menjadi debitur yang baik di sebuah bank.

"Dana yang mereka salurkan tidak beroperasi tidak sirkel seperti yang diharapkan ini akan mempengaruhi sektor berikutnya yaitu selama ini menyediakan dana, untuk itu peran perbankan ini sangat penting," katanya.

Baca Juga: Bos BI Beberkan 'Angin Segar' Bagi Ekonomi Indonesia di Kuartal II-2020

Seperti diketahui, kondisi Perbankan Indonesia dinilai masih lebih baik jika dibandingkan dengan krisis tahun 1998 silam. Pasalnya, kini santer beredar kabar kalau beberapa lembaga keuangan Tanah Air tengah goyang akibat terdampak guncangan pandem virus corona atau Covid-19.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan masyarakat tak perlu khawatir terlalu berlebihan. Karena berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan per Mei 2020, rasio kecukupan permodalan (CAR) perbankan sebesar 22,16 persen atau di atas ambang batas normal, yaitu 8 persen.

“Kalau dilihat secara industri, kondisi kita jauh lebih baik dibandingkan 97-98 ataupun 2008,” kata Destry dalam diskusi virtual, hari ini.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini