Sri Mulyani Minta PKN STAN Jangan Hanya Sibuk Ajarkan soal Aturan Pajak

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 19 Juli 2020 07:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 19 320 2248648 sri-mulyani-minta-pkn-stan-jangan-hanya-sibuk-ajarkan-soal-aturan-pajak-eDF7oLzBwS.jpg Sri Mulyani (Okezone)

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta seluruh civitas Politeknik Keuangan Negeri (PKN) STAN ikut berperan dalam memulihkan perekonomian Indonesia yang sedang menuju krisis akibat pandemi Covid-19. Salah satu caranya dengan cara memberikan solusi agar penerimaan pajak tak begitu anjlok pada tahun 2020.

“STAN Jangan hanya sibuk mengajarkan mengenai aturan pajak, pasal ini, mengenai penghitungan pajak. Tapi policy perpajakan menjadi luar biasa penting bagaimana kita akan melihat dalam kondisi ini untuk memberikan insentif bagi perusahaan," kata wanita yang karib disapa Ani dalam diskusi virtual, Sabtu (18/7/2020) kemarin.

 Baca juga: Sobat Ambyar, Sri Mulyani Belajar Chord Lagu Didi Kempot

Dia menyebut peserta didik, tenaga pengajar dan para alumni harus bersatu untuk memberi edukasi terhadap masyarakat tentang pandemi ini. Sebab, dalam menyelesaikan masalah ini dibutuhkan kerjasama yang apik dari seluruh pihak.

“Mahasiswa PKN STAN harus bisa jadi orang yang bisa memberi pengertian soal Covid-19. Menjadi pelita pada suasana redup. Kita juga berkomunikasi dengan aparat hukum, BPK, BPKP. Dalam suasana emergency antara kecepatan dan ketepatan menjadi suatau tantangan yang tidak mudah. Ini tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

 Baca juga: Lantik 10 Pejabat Kemenkeu Secara Online, Sri Mulyani Ingatkan Laporan Keuangan

Menurut dia, di tengah situasi yang sedang genting seperti ini sudah tak ada lagi waktu untuk hanya diam saja. Wabah ini menuntut setiap orang agar selalu berpikir produktif, aman dan sehat.

“Semua mahasiswa staf pengajar civitas akademik dari alumni ini adalah suatu laboratorium hidup yang menjadi tantangan di bidang keuangan negara. Bagi Anda semuanya jadi menurut saya tidak ada waktu berpikir sempit apalagi kita berpikir sangat-sangat tidak produktif," kata dia.

(rzy.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini